DailyFX.ID — JAKARTA – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 berhasil mengembangkan tiga sumur infill baru di wilayah kerjanya, yakni di Pertamina EP Limau dan Adera Field, Sumatera Selatan. Langkah ini berpotensi menyumbang kontribusi produksi minyak nasional lebih dari 1.400 barel per hari (BOPD) dan gas lebih dari 4 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Ketiga sumur yang berhasil dikembangkan adalah KRG-042, DWA-071, dan BNG-081. Sumur infill atau sisipan merupakan pengeboran yang dilakukan di antara sumur-sumur yang sudah ada dalam satu lapangan migas. Strategi ini menjadi andalan Zona 4 karena memiliki tingkat ketidakpastian yang rendah.
Senior Manager Subsurface Development & Planning Zona 4, Reza Nur Ardianto, menyatakan, “Keberhasilan pengembangan tiga sumur infill di Zona 4 merupakan buah dari inovasi pendekatan dan penerapan teknologi andal dalam upaya untuk terus mengoptimalkan potensi migas di lapangan mature.”
Sumur KRG-042, yang berada di Struktur Karangan Timur, Kota Prabumulih, Limau Field, dikembangkan menggunakan teknologi Electric Submersible Pump (ESP). ESP adalah teknologi pengangkatan buatan berupa pompa sentrifugal bertingkat yang dipasang di dalam sumur dan digerakkan motor listrik, efektif untuk meningkatkan produksi migas di sumur baru maupun lama.
Teknologi ESP dipilih karena aman, efisien, dan dapat diterapkan di lingkungan yang korosif. Pengeboran KRG-042 berlangsung selama 25 hari. Uji alir awal pada 16 Juli 2026 menunjukkan potensi produksi sumur ini mencapai 777 BOPD.
Selanjutnya, sumur infill DWA-071 berlokasi di Struktur Dewa, Kabupaten PALI, Adera Field. Ini merupakan sumur pengembangan pertama di area tersebut sejak 2019. Keberhasilan DWA-071 didukung oleh data komprehensif dari survei 3D Seismik IDAMAN yang dilaksanakan antara Maret 2024 hingga Mei 2025.
DWA-071 dibor selama 47 hari. Uji alir awal pada 15 Juli 2026 mencatat potensi produksi minyak sebesar 375,84 BOPD dan gas 0,196 MMSCFD.
Sumur ketiga, BNG-081, juga berada di Adera Field, Struktur Benuang, Kabupaten PALI. Pengeboran sumur ini memakan waktu 30 hari. Hasil uji alir awal pada 20 Juli 2026 menunjukkan potensi produksi minyak 264,4 BOPD dan gas 3,064 MMSCFD.
Pengembangan BNG-081 dimungkinkan berkat terobosan 3D Seismik Karbela yang dilakukan antara 8 Agustus 2014 hingga 25 September 2015.
Pjs. General Manager PHR Zona 4, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, menyampaikan bahwa dengan tiga sumur infill ini, Zona 4 telah menyelesaikan 40 sumur pengembangan hingga akhir Juli 2026. “Pertamina EP Zona 4 akan terus melakukan upaya peningkatan produksi dalam rangka mendukung asta cita presiden untuk ketahanan energi dan terbukti kita senantiasa pantang menyerah mencari dan mengembangkan potensi melalui sumur infill drilling di area wilayah kerja,” terangnya.
Hingga akhir tahun 2026, PHR Zona 4 menargetkan penyelesaian 83 sumur untuk mencapai target produksi minyak 30.305 BOPD dan gas 485,07 MMSCFD. “Mohon doa dan support seluruh lapisan masyarakat untuk hal ini agar pekerjaan berjalan safe dan berhasil,” tutupnya.
PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Zona ini mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE).
Ikuti DailyFX.ID
