— PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) atau Ultra Voucher tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperkuat permodalan melalui rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu, atau yang dikenal sebagai private placement.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk meningkatkan fleksibilitas pendanaan. Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini rencananya akan dialokasikan terutama untuk kebutuhan modal kerja, pengembangan produk dan layanan baru, peningkatan kapasitas operasional, serta aktivitas pemasaran dan pengembangan pasar.

Dengan penguatan permodalan ini, perseroan berharap dapat memiliki kapasitas pendanaan yang lebih memadai untuk menjalankan rencana bisnisnya dan merespons perkembangan pasar di ekosistem voucher, rewards, dan loyalty secara lebih sigap.

“Rencana penguatan permodalan ini menjadi salah satu langkah perseroan untuk memperkuat fondasi pendanaan guna mendukung pengembangan bisnis Ultra Voucher ke depannya,” ujar Direktur Ultra Voucher, Riky, dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (19/9/2026).

Riky menambahkan, perseroan akan menjalankan proses ini dengan tetap memperhatikan kepentingan perusahaan dan seluruh pemegang saham, serta berpedoman pada ketentuan yang berlaku. “Ke depan, fokus perseroan tetap pada penguatan operasional, pengembangan layanan, dan perluasan hubungan dengan pelanggan, merchant, serta mitra usaha untuk mendukung pertumbuhan bisnis kami secara berkelanjutan,” tuturnya.

Dalam rencana private placement ini, perseroan berencana menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 200 juta saham. Rencana ini akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026. Proses ini juga akan tetap memperhatikan persyaratan yang ditetapkan oleh regulator dan Bursa Efek Indonesia.

Perseroan menilai langkah ini sebagai alternatif pendanaan yang dapat mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha, dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan likuiditas, serta rencana bisnis perusahaan.

Penggunaan dana yang direncanakan mencakup kebutuhan operasional, pengembangan usaha, pemasaran dan pengembangan pasar, serta kebutuhan modal kerja lainnya yang mendukung keberlangsungan dan pengembangan kegiatan usaha perseroan.

Perseroan akan menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan rencana ini sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku melalui media komunikasi resmi perusahaan dan/atau media lain yang diwajibkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Calon pemodal dalam aksi korporasi ini adalah PT Trimegah Sumber Mas (TSM). TSM merupakan pemegang saham utama dan pengendali perseroan dengan kepemilikan saham per 31 Agustus 2026 tercatat sebesar 623.557.467 saham atau setara dengan 31,18%. Pada saat keterbukaan informasi ini, tidak terdapat calon pemodal lain selain TSM.