— JAKARTA – Keajaiban terjadi di tengah duka akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia. Seorang wanita bernama Diana berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh tim penyelamat gabungan setelah bertahan selama hampir 30 jam di bawah reruntuhan bangunan yang hancur di Kota Cali, Selasa (11/8/2026).

Proses evakuasi dramatis ini dikonfirmasi langsung oleh Wali Kota Cali Alejandro Eder. Diana dievakuasi oleh tim penyelamat khusus yang didatangkan dari ibu kota Bogota, seperti dilaporkan Sputnik, Rabu (12/8/2026). Saat diangkat dari bongkahan beton, kondisi kesehatan Diana dilaporkan stabil dan berada dalam keadaan sadar penuh.

“Bersyukur, berkat seluruh tim penyelamat dan relawan, Diana berhasil diselamatkan!” ungkap Eder melalui akun resminya di platform X, Rabu.

Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa di Kota Cali

Gempa tektonik Magnitudo 7,4 yang mengguncang pada Senin (10/8/2026) tersebut membawa dampak kehancuran masif, khususnya di wilayah Kota Cali. Data terbaru dari otoritas setempat mencatat 96 orang tewas dan 949 lainnya mengalami luka-luka.

Selain menelan ratusan korban jiwa dan luka-luka, otoritas setempat melaporkan sebanyak 45 bangunan fasilitas umum dan komersial hancur total maupun sebagian. Sementara itu, sedikitnya 93 unit rumah tinggal warga mengalami kerusakan parah hingga tidak aman untuk dihuni.

Tim SAR terus berpacu dengan waktu untuk membebaskan sekitar 239 warga yang diyakini masih tertimbun di berbagai titik reruntuhan, sementara 86 orang lainnya telah berhasil diselamatkan.

Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Pusat gempa terdeteksi berada di dekat wilayah San Jose del Palmar, Departemen Choco. Kuatnya guncangan tidak hanya meratakan bangunan di sekitar pusat gempa, tetapi juga dirasakan hingga ke sebagian besar wilayah Kolombia serta negara-negara tetangga di kawasan Amerika Selatan.

Menanggapi skala kerusakan yang meluas, Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah pusat dan jajaran pimpinan militer untuk mengerahkan segala sumber daya nasional. Penyiapan dekrit penetapan status Bencana Nasional tengah difinalisasi guna mempercepat distribusi bantuan logistik, alat berat, serta personel medis ke lokasi-lokasi terdampak terparah.

Kolombia secara geografis terletak di zona seismik yang sangat aktif, tepatnya di sepanjang kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) dan titik pertemuan kompleks tiga lempeng tektonik utama, yakni Lempeng Nazca, Lempeng Amerika Selatan, dan Lempeng Karibia.

Subduksi Lempeng Nazca di bawah Lempeng Amerika Selatan secara konstan menimbun energi tektonik besar yang sewaktu-waktu terlepas dalam bentuk gempa bumi berkekuatan tinggi.

Departemen Choco dan kawasan pesisir Pasifik Kolombia secara historis merupakan wilayah yang paling rentan terhadap aktivitas guncangan hebat. Kombinasi antara kepadatan penduduk di area perkotaan seperti Cali dan maraknya struktur bangunan tua yang belum memenuhi standar ketahanan gempa modern kerap memperparah risiko kerugian jiwa serta material saat gempa berskala besar terjadi.