— JAKARTA – Dua emiten jasa pelayaran, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), sedang gencar memperkuat lini bisnis masing-masing. WINS berfokus pada peningkatan utilitas kapal, sementara SMDR menyuntikkan modal sebesar total Rp40,7 miliar kepada dua anak usahanya.

Direktur Utama WINS, Janto Lili, menyatakan bahwa perseroan tengah aktif mencari kapal-kapal yang memiliki potensi kontrak lebih besar. Saat ini, WINS telah memperoleh kontrak dengan durasi bervariasi, mulai dari 3-4 bulan, 6-9 bulan, hingga 3-5 tahun, tergantung pada tahapan proyek, apakah masih dalam fase eksplorasi atau sudah memasuki tahap produksi.

“Kalau (proyek) masih tahap eksplorasi, kontrak yang kami dapatkan biasanya lebih banyak spot. Tapi begitu masuk fase produksi, kontrak akan lebih panjang bisa 3-5 tahun,” ujar Janto pada Minggu (20/9/2026).

Saat ini, WINS tengah mengikuti tender untuk lima proyek strategis. Janto memproyeksikan, partisipasi dalam proyek-proyek tersebut akan mendorong peningkatan utilitas perseroan pada tahun mendatang dibandingkan tahun ini. Selain itu, WINS juga berencana mengirimkan (deliver) kapal kepada anak usahanya di Singapura pada April atau semester I-2027, yang diharapkan memberikan dampak positif terhadap kinerja konsolidasi Wintermar.

Janto bahkan memperkirakan, peningkatan utilisasi WINS akan mulai terlihat menjelang akhir tahun buku 2026, seiring dengan kenaikan utilisasi kapal platform support vessel (PSV) perseroan. Proyeksi peningkatan utilisasi ini turut diimbangi dengan potensi penguatan tarif. Berdasarkan pengamatan terhadap ketersediaan proyek domestik saat ini, Janto memperkirakan tarif akan mengalami kenaikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

“Jadi, kami memang sudah lama di Indonesia. Untuk kapal-kapal berbendera Indonesia ini sudah cukup tua. Jadi, 2-3 tahun tarif kemungkinan ada peningkatan,” tuturnya. Lebih lanjut, Janto mengingatkan bahwa target pemerintah Indonesia untuk swasembada energi berpotensi meningkatkan aktivitas eksplorasi, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi industri pelayaran dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, WINS akan fokus menjaga stabilitas pada tahun depan dengan mengembangkan teknologi informasi (IT) secara internal dan mengadopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) demi efisiensi operasional.

Samudera Indonesia Perkuat Modal Anak Usaha

Sementara itu, SMDR melakukan penguatan modal pada dua anak usahanya. PT Cumawis menerima suntikan modal sebesar Rp7 miliar, sementara PT Samudera Properti Indonesia (SPI) mendapatkan Rp33,7 miliar, dengan total mencapai Rp40,7 miliar.

Sekretaris SMDR, Idaman Putri Erwin, menjelaskan bahwa penambahan modal kepada PT Cumawis bertujuan untuk memperkuat lini usaha perseroan di bidang pelayaran, meningkatkan sinergi operasional antar anak usaha, dan mendukung pengembangan kegiatan usaha PT Cumawis. “Melalui transaksi ini, pendapatan PT Cumawis diharapkan dapat meningkat sehingga mampu berkontribusi terhadap pendapatan perseroan, yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham khususnya pemegang saham publik,” papar Idaman.

Adapun, suntikan modal kepada SPI ditujukan untuk memperkuat bisnis SMDR di sektor properti. Menurut Idaman, pemenuhan modal ini diharapkan dapat meningkatkan posisi keuangan SPI dalam menjalankan operasionalnya, sehingga mampu mendorong sinergi bisnis yang lebih optimal, meningkatkan kontribusi pendapatan, dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.

Penambahan modal tersebut dieksekusi melalui penerbitan 33.700 saham baru SPI, yang mewakili 99,593% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetorkan di SPI.