Yield Obligasi Menurun, Dolar Jatuh Ke Paling rendah Dua Minggu

Index dolar AS DXY tersuruk pada range 92.20-an dalam perdagangan ini hari 7/April karena yield obligasi US Treasury makin menjauhi rekor paling tinggi yang terwujud minggu kemarin.

Aktor pasar makin kurangi harapan untuk pengubahan peraturan bank sentra AS Federasi Reserve, meskipun beberapa data ekonomi negeri Paman Sam masih lumayan mempesona.

Yield Obligasi Menurun Dolar Jatuh Ke Paling rendah Dua Minggu. Dolar AS sudah kuat benar-benar cepat sepanjang kuartal pertama tahun 2021.

karena harapan jika akselerasi perkembangan ekonomi dan inflasi AS akan menggerakkan The Fed meningkatkan suku bunga bisa lebih cepat.

Tetapi, pengakuan beberapa petinggi The Fed sepanjang beberapa minggu paling akhir menyaratkan kesediaan untuk menjaga suku bunga hampir 0 sampai tahun 2024.

Susul tingginya peningkatan dolar kuartal lalu, beberapa investor nampaknya membagikan kebanyakan dalam beberapa aset dolar dan mereka peluang perlu jual dolar untuk rebalancing, kata Kazushige Kaida dari State Street Bank Tokyo, seperti dikutip oleh Reuters.

Beberapa trader sekarang memprediksi suku bunga AS akan dinaikkan 0.25 % di akhir 2022, lebih lamban dibandingkan perkiraan awalnya.

Tetapi, beberapa trader lain memiliki pendapat masihlah ada peluang untuk The Fed untuk berbeda pemikiran.

Vaksin saat ini menolong menggerakkan rutinitas ekonomi AS, sedang kita punyai stimulan dari berbelanja pemerintahan dan stimulan dari bank sentral.

Jadi walau The Fed menjelaskan mereka tidak cemas mengenai inflasi, pasar masih mencemaskannya. Resiko suku bunga masih berkesempatan naik, lebih Kaida.

Saat itu, keengganan The Fed untuk meningkatkan suku bunga akhir-akhir ini memacu pelemahan yield obligasi AS. Yield obligasi US Treasury 10Y sekarang ini terdaftar ada pada 1.66%, jauh di bawah range 1.77% yang terwujud pada minggu kemarin.

Walau sebenarnya peningkatan yield obligasi ini sebagai salah satunya motor animo dolar AS sepanjang kuartal I/2021, terutamanya dalam pasangan mata uang USD/JPY.

Osamu Takashima, kepala ahli taktik mata uang dari Citigroup Global Markets Japan, menjelaskan jika dolar dekati titik persimpangan untuk menjaga trend naik periode panjangnya pada yen.

Jika USD/JPY jatuh tembus ke bawah suport kunci dari Moving Average 21-day yang sekarang ini ada pada 109.40, tempatnya dapat kembali bearish betulan.

Leave a Comment

Copyright © 2021. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.