— Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah mengerahkan 15 unit armada laut dan udara untuk melakukan pencarian terhadap 130 korban yang masih hilang dalam insiden kecelakaan Kapal Virgo Transport 8. Kecelakaan tersebut terjadi di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026.

Armada yang dikerahkan terdiri dari 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat. Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa unsur laut yang dikerahkan mencakup kapal Basarnas dari Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar yang bergerak menuju lokasi kejadian. Selain itu, empat kapal perang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) juga dilaporkan telah mendekati area tersebut.

“Unsur laut, kapal Badan SAR Nasional yang ada di Banjarmasin, kemudian yang ada di Surabaya, dan juga yang ada di Makassar dikerahkan menuju lokasi kejadian,” ujar Syafii dalam konferensi pers penanganan kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Minggu.

Untuk pencarian melalui udara, Basarnas mendapat dukungan dari pesawat Skadron 400 TNI AL Surabaya, satu helikopter Polri, pesawat CN-235 TNI AL, serta satu pesawat Karavan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pesawat-pesawat ini telah mulai diperbantukan dalam operasi pencarian.

Selain armada utama, sejumlah kapal yang berada di sekitar perairan lokasi kejadian juga turut membantu operasi pencarian dan pertolongan. Kapal-kapal ini merupakan bagian dari potensi SAR yang dikerahkan untuk mempercepat penanganan keadaan darurat.

Operasi pencarian juga didukung oleh unsur darat yang dikoordinasikan bersama jajaran TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, serta berbagai potensi SAR lainnya sesuai dengan fungsi masing-masing dalam mendukung pelaksanaan pencarian dan pertolongan.

Pengerahan kekuatan besar ini dilakukan setelah Basarnas Command Center mendeklarasikan kondisi kedaruratan kepada para pengguna lalu lintas laut di kawasan Laut Jawa. Tujuannya adalah agar kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi dapat segera memberikan bantuan.

Syafii menegaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman International Maritime Organization (IMO). Seluruh unsur yang terlibat berada dalam koordinasi Basarnas sebagai pelaksana operasi SAR.

“Basarnas dibantu, khususnya dari TNI dan Polri, dan juga seluruh potensi, begitu juga dari kementerian/lembaga sesuai dengan fungsinya,” jelasnya.

Tim SAR gabungan sebelumnya berhasil mengevakuasi 113 penumpang dari total penumpang Kapal Virgo Transport 8. Dari jumlah tersebut, 107 orang dilaporkan selamat, sementara enam orang meninggal dunia. Namun, pencarian terhadap 130 orang lainnya masih terus dilakukan di perairan Laut Jawa.