— JAKARTA – Kapal penumpang KMP Virgo Transport 8 dilaporkan mengalami insiden di perairan Laut Jawa. Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin ini mengalami kemiringan atau listing dan hilang kontak atau lost contact.

Menurut informasi awal dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin, insiden terjadi pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WIB di sekitar perairan Masalembo.

Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan ukuran 8.540 GT ini berbendera Indonesia dan dinakhodai oleh Arief Yunianto. Kapal ini dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping dan sebelumnya telah bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada Sabtu (12/9) pukul 06.52 WIB.

Berdasarkan data manifes, KMP Virgo Transport 8 membawa total 243 orang di atas kapal. Rinciannya terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet. Selain itu, kapal juga mengangkut 89 unit kendaraan.

Menindaklanjuti laporan insiden tersebut, Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin segera mendirikan posko di Terminal Penumpang Bandarmasih Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Posko ini dibentuk untuk menangani situasi darurat dan membangun koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Basarnas, BUP PT Pelindo, Kantor Distrik Navigasi Banjarmasin (VTS), Kepanduan PT Pelindo III Banjarmasin, pihak keagenan kapal, serta keluarga penumpang.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah keselamatan seluruh penumpang. “Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo. Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi,” ujar Heri Purwanto dalam keterangan rilisnya.

Upaya evakuasi dan penanggulangan langsung dilaksanakan oleh unsur SAR gabungan bersama BASARNAS Banjarmasin. Bantuan juga datang dari kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian, yaitu KM. Hai Da, MT. Mau Ha, dan TB. TCP. Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin juga dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.

“Data sementara, sebanyak 107 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, enam orang meninggal dunia, sementara proses pencarian dan pendataan lebih lanjut terus berlangsung,” ungkapnya.

Mengenai dugaan penyebab kecelakaan, baik dari faktor alam, teknis, maupun manusia, serta dampak terhadap muatan, potensi pencemaran lingkungan, dan harta benda lainnya, pihak KSOP masih melakukan investigasi dan konfirmasi lanjutan. “KSOP Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan insiden ini secara berkala dan akan menyampaikan pembaruan informasi resmi kepada masyarakat seiring dengan progress di lapangan,” tutupnya.