— PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) kembali memperkuat kemitraan strategisnya dengan Hankyu Hanshin Properties Corp. melalui pengembangan proyek properti terbaru, Bukit Podomoro Jakarta. Kolaborasi ini menegaskan kembali kepercayaan mitra asal Jepang tersebut terhadap potensi bisnis dan kapabilitas APLN dalam menggarap pasar properti Indonesia.

Ini bukan kali pertama bagi APLN dan Hankyu Hanshin bekerja sama. Sebelumnya, kedua perusahaan telah sukses bersinergi dalam sejumlah proyek properti ternama, termasuk Central Park Mall, Central Park Mall 2 (sebelumnya dikenal sebagai Neo Soho Mall), dan Deli Park Medan.

Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menyatakan bahwa penguatan kemitraan dengan Hankyu Hanshin merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk terus mengembangkan proyek berkualitas melalui kolaborasi dengan mitra global. “Kami gembira dapat melanjutkan kolaborasi dengan Hankyu Hanshin. Kepercayaan yang terus diberikan merupakan wujud komitmen dan rekam jejak Agung Podomoro dalam menghadirkan proyek-proyek berkualitas,” ujar Justini dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

Ia menambahkan, dengan pengalaman lebih dari 56 tahun di industri properti, APLN akan terus mengoptimalkan setiap peluang kolaborasi guna menciptakan nilai tambah pada setiap proyek yang dikembangkan. Kesepakatan strategis terkait pengembangan Bukit Podomoro Jakarta ini ditandai pada 17 Juli 2026.

Dalam kesepakatan tersebut, APLN dan Hankyu Hanshin menyetujui pengalihan sebagian kepemilikan saham PT Graha Cipta Kharisma (GCK), entitas yang mengembangkan Bukit Podomoro Jakarta, kepada Hankyu Hanshin. Dana yang diperoleh dari transaksi ini akan dialokasikan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha APLN, sekaligus berfungsi untuk mengurangi beban utang perseroan.

Langkah strategis ini menjadi bagian penting dari upaya APLN dalam memperkuat struktur keuangan sembari melanjutkan pengembangan proyek properti dengan dukungan mitra strategis. Bukit Podomoro Jakarta sendiri merupakan salah satu proyek unggulan APLN yang dirancang sebagai kawasan hunian terpadu di atas lahan seluas 9,6 hektare.

Kawasan ini akan terdiri atas 432 unit, mencakup 317 rumah tapak dan 115 unit ruko. Fasilitas yang ditawarkan meliputi Premium Club House dan kawasan komersial Bukit Podomoro Business Park. Sejak diperkenalkan pada tahun 2021, nilai properti di kawasan ini dilaporkan terus mengalami peningkatan rata-rata sekitar 10-12% per tahun.

Selain menawarkan kawasan hunian terpadu, Bukit Podomoro Jakarta juga unggul dalam aksesibilitasnya yang terhubung dengan berbagai infrastruktur transportasi dan fasilitas publik. Kawasan ini memiliki akses mudah menuju jalan tol, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit ke pusat Jakarta, serta berdekatan dengan stasiun kereta yang terhubung langsung ke kawasan pusat bisnis ibu kota.

Berbagai fasilitas penunjang seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan sekolah juga menjadi bagian integral dari ekosistem kawasan tersebut. Justini meyakini bahwa pengalaman APLN di pasar properti Indonesia yang dikombinasikan dengan kapabilitas Hankyu Hanshin sebagai mitra global akan menjadi modal berharga untuk pengembangan proyek-proyek baru di masa mendatang. “Dengan menggabungkan pengalaman Agung Podomoro di pasar Indonesia dan kapabilitas Hankyu Hanshin di tingkat global, kami yakin kolaborasi ini akan berdampak positif bagi kedua pihak, sekaligus membuka peluang kerja sama strategis lainnya di masa depan,” tutup Justini.