DailyFX.ID — Beyoncé kini mengambil alih sepenuhnya kendali atas merek wiski SirDavis setelah membeli saham milik grup barang mewah Prancis LVMH dalam usaha patungan tersebut. LVMH mengonfirmasi transaksi itu pada Senin (10/08/2026), tetapi tidak mengungkap nilai maupun rincian finansial kesepakatan, demikian dikutip dari Reuters.
SirDavis sebelumnya dibentuk pada 2024 melalui kemitraan antara Beyoncé dan Moët Hennessy, divisi wine dan spirits milik LVMH. Kerja sama tersebut pada awalnya menjadi bagian dari strategi Moët Hennessy untuk memperkuat kehadiran di pasar wiski Amerika Serikat (AS). Dengan transaksi terbaru, Beyoncé kini menjadi pemilik penuh SirDavis, sekaligus mengakhiri struktur usaha patungan yang telah berjalan sekitar dua tahun.
SirDavis diluncurkan pada Agustus 2024 sebagai wiski Amerika yang terinspirasi dari preferensi Beyoncé terhadap wiski Jepang dan Scotch. Produk tersebut dikembangkan bersama Dr. Bill Lumsden, sosok yang juga dikenal melalui pekerjaannya dengan merek Ardbeg dan Glenmorangie.
Secara komposisi, SirDavis menggunakan campuran 51% rye dan 49% malted barley. Wiski tersebut dimatangkan dalam tong kayu ek Amerika, kemudian menjalani pematangan tambahan sekitar sembilan bulan dalam tong bekas sherry Pedro Ximénez. Produk akhirnya dibotolkan dengan kadar alkohol 44%.
Produksi awalnya didistilasi di Indiana, sementara proses akhir pematangan, pencampuran, dan pembotolan dilakukan di Texas, negara bagian asal Beyoncé. Nama SirDavis sendiri diambil dari Davis Hogue, buyut Beyoncé yang disebut sebagai petani dan pembuat minuman alkohol rumahan pada era Larangan Alkohol (Prohibition) di AS. Beyoncé menjadikan merek tersebut sebagai penghormatan terhadap sejarah keluarganya sekaligus akar Texas yang kuat.
Ketika diluncurkan pada 2024, SirDavis dipasarkan dengan harga ritel awal sekitar US$89 per botol dan didistribusikan melalui sejumlah peritel di AS serta beberapa pasar internasional.
Pengambilalihan penuh SirDavis memperpanjang ekspansi bisnis Beyoncé di luar industri musik. Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga mengembangkan sejumlah bisnis dan merek konsumen, termasuk lini perawatan rambut Cécred serta produk wewangian. Langkah tersebut juga mencerminkan tren makin besarnya keterlibatan selebritas dalam bisnis minuman premium. LVMH sebelumnya melakukan kemitraan serupa dengan suami Beyoncé, Jay-Z, melalui merek sampanye Armand de Brignac.
Belum diketahui apakah keluarnya LVMH akan berdampak pada distribusi, produksi, maupun strategi ekspansi SirDavis ke depan. Situs resmi merek sebelumnya menyebut SirDavis berencana meluncurkan varian dan age statement baru, tetapi belum mengungkap rinciannya.
Ikuti DailyFX.ID
