DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026. Kisaran support yang akan diuji berada di level 6.200-6.130, sementara resistance berada di 6.335-6.405.
Menurut analisis CGS International Sekuritas Indonesia, sentimen negatif di pasar dipicu oleh melemahnya indeks di bursa Wall Street, berlanjutnya aksi jual investor asing, serta penurunan harga beberapa komoditas. Sentimen positif yang berpeluang menopang indeks antara lain kenaikan harga minyak mentah, CPO, batubara, dan penguatan nilai tukar rupiah.
Perdagangan sebelumnya di bursa Wall Street diwarnai pelemahan, terutama pada saham emiten sektor teknologi. Koreksi ini terjadi seiring memudarnya harapan investor terhadap potensi pembukaan Selat Hormuz yang dianggap memperkecil peluang tercapainya kesepakatan permanen antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik.
Beberapa saham teknologi yang mengalami koreksi signifikan antara lain Alphabet yang turun 3,84%, AppLovin sebesar 5,9%, Apple sebesar 1,09%, dan Nvidia yang terkoreksi 0,02%.
Sementara itu, ketidakpastian yang terus berlanjut di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak mentah. Harga minyak jenis WTI naik 1,3% menjadi US$ 83,20 per barel, dan Brent menguat 1,4% ke level US$ 88,91 per barel.
Ke depan, investor akan mencermati data inflasi bulan Juli yang akan dirilis pada hari Rabu. Data ini penting sebagai indikator arah kebijakan moneter pada pertemuan September mendatang, terutama setelah rilis data ketenagakerjaan bulan yang sama menunjukkan pelemahan.
CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk perdagangan hari ini, yaitu KLBF, MEDC, AADI, ISAT, SILO, dan EMAS, sebagai pilihan yang berpotensi memberikan keuntungan.
Ikuti DailyFX.ID
