— Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi sorotan pelaku pasar. KB Valbury Sekuritas merilis analisisnya untuk memaksimalkan potensi keuntungan melalui perdagangan saham AMMN pada Selasa, 22 September 2026.

KB Valbury Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness atau membeli saat harga saham mengalami penurunan. Untuk perdagangan harian, target harga yang ditetapkan adalah Rp 4.790. Investor disarankan untuk melakukan entry price atau masuk pada kisaran harga Rp 4.580 hingga Rp 4.660.

Secara teknikal, level resistance atau batas atas pergerakan harga saham AMMN berada di Rp 4.790, sementara level support atau batas bawahnya adalah Rp 4.580. KB Valbury Sekuritas mengingatkan agar investor waspada jika harga menembus level Rp 4.580 dan menyarankan untuk melakukan stop loss di level Rp 4.370.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Senin, 21 September 2026, saham AMMN tercatat terkoreksi 0,4% ke level Rp 4.660. Dalam sepekan terakhir, saham AMMN mengalami penurunan sebesar 7,7%, meskipun dalam sebulan terakhir mencatat kenaikan 4%. Secara year to date (ytd), saham AMMN telah anjlok 27,4%.

Di sisi lain, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham AMMN dengan target harga yang lebih tinggi, yaitu Rp 7.000. Rekomendasi ini mengindikasikan potensi keuntungan saham AMMN mencapai 50,2%.

Performa Amman Mineral Internasional menunjukkan pemulihan yang kuat pada semester I-2026. Perusahaan berhasil mencetak laba bersih sebesar US$ 504 juta, berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat rugi US$ 146 juta.

Capaian laba AMMN pada semester I-2026 dilaporkan melampaui perkiraan Samuel Sekuritas Indonesia dan konsensus pasar. Realisasi laba bersih mencapai 56,1% dari estimasi Samuel Sekuritas dan 53,6% dari estimasi konsensus pasar.

Menurut Samuel Sekuritas, kinerja AMMN pada kuartal II-2026 mengonfirmasi kelanjutan proses pemulihan perusahaan. Penjualan bersih AMMN pada periode tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat secara kuartalan menjadi US$ 1,24 miliar. Angka ini tumbuh 54,1% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter on quarter/qoq) dan melonjak 589,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Peningkatan signifikan dalam penjualan ini didorong oleh kembalinya aktivitas ekspor konsentrat serta kenaikan kadar bijih dari Fase 8. Kadar tembaga tercatat meningkat menjadi 0,52% dibandingkan 0,33% pada semester I-2025.