— Saham PT Timah Tbk (TINS) menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan Selasa (22/9/2026). KB Valbury Sekuritas menganalisis potensi keuntungan bagi investor yang melakukan transaksi harian terhadap saham ini.

KB Valbury Sekuritas merekomendasikan strategi trading buy untuk saham TINS dengan target harga harian di Rp 5.050. Investor disarankan untuk masuk pada kisaran harga Rp 4.750-4.900. Secara teknikal, level resistance saham TINS berada di Rp 5.050, sementara level support di Rp 4.750. KB Valbury mengingatkan agar investor waspada jika harga menembus Rp 4.750 dan menyarankan untuk melakukan stop loss di level Rp 4.450.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Senin (21/9/2026), saham TINS tercatat naik 3,1% ke level Rp 4.900. Dalam sepekan terakhir, TINS telah menguat 3,3%, dan dalam sebulan terakhir melonjak 21,59%. Secara year to date (ytd), saham TINS telah menguat 57,5%.

Pengamat pasar modal, Hendra Wardana, menyatakan bahwa pembentukan Indonesia Commodity Exchange (ICOMEX) berpotensi menjadi katalis struktural bagi PT Timah Tbk (TINS). Hal ini didorong oleh peningkatan transparansi dan efisiensi dalam perdagangan komoditas timah nasional.

Kehadiran ICOMEX diharapkan dapat menciptakan mekanisme pembentukan harga (price discovery) yang lebih jelas bagi industri timah domestik. Hendra menegaskan bahwa rencana timah menjadi salah satu komoditas awal yang diperdagangkan melalui ICOMEX pada Januari 2027 dapat memberikan referensi harga yang lebih kredibel. “Kondisi tersebut dinilai relevan bagi TINS sebagai salah satu pemain utama industri timah nasional,” kata dia.

Dari sisi pandang saham, Hendra melihat ICOMEX dapat memberikan narasi baru bagi prospek saham TINS. Selama ini, pergerakan saham TINS cenderung dipengaruhi oleh siklus harga timah global dan ekspektasi produksi perusahaan. “Dari sisi daya tarik saham, ICOMEX berpotensi memberikan cerita baru bagi investor TINS,” tutur Hendra.

Menurut Hendra, posisi saham TINS saat ini berada pada fase yang menarik secara teknikal untuk strategi trading buy atau speculative buy dengan target psikologis di level Rp 5.000. Peluang penguatan saham TINS tetap terbuka apabila terjadi breakout yang disertai peningkatan volume transaksi. Meskipun demikian, investor tetap perlu mencermati risiko volatilitas harga timah global, biaya operasional, produksi, kebijakan pertambangan, hingga kemampuan ICOMEX dalam membangun likuiditas pasar.