DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih menghadapi risiko koreksi lebih lanjut pada perdagangan Selasa, 22 September 2026. Meskipun demikian, beberapa sentimen positif dari pasar global berpotensi menahan laju pelemahan indeks.
Penguatan indeks di bursa Wall Street dan kenaikan harga beberapa komoditas utama seperti nikel, timah, batubara, dan tembaga diperkirakan menjadi faktor pendukung bagi pasar domestik. Namun, aksi jual yang terus berlanjut dari investor asing berpotensi memberikan tekanan negatif bagi IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.320-6.255 dan resist 6.450-6.515,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasannya pada Selasa (22/9/2026).
Perdagangan pekan ini diawali dengan penutupan positif di bursa Wall Street. Penguatan indeks didorong oleh kenaikan saham-saham di sektor teknologi, penurunan harga minyak mentah, dan melandainya imbal hasil obligasi pemerintah. Beberapa emiten teknologi yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI) mencatat penguatan signifikan setelah sempat tertekan beberapa hari sebelumnya. Intel dan Advanced Micro Devices masing-masing menguat 12,14% dan 9,95%, bahkan menyentuh kapitalisasi pasar US$ 1 triliun. Qualcomm juga mencatatkan kenaikan 9,29%.
Di sisi lain, harga minyak mentah terpantau mengalami penurunan. Harga WTI turun 4,5% menjadi US$ 95,78 per barel, sementara Brent turun 3,4% ke level US$ 100,34 per barel. Penurunan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa perundingan dengan Iran masih terbuka dan dirinya akan bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela rapat dewan keamanan PBB.
Sejalan dengan penurunan harga minyak, imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun juga tercatat turun 4 basis poin menjadi 4,951%.
Untuk perdagangan Selasa (22/9/2026), CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk tujuan trading. Saham-saham tersebut adalah TINS, MEDC, PGAS, PTRO, MAPA, dan AMMN. Keenam saham ini dinilai memiliki potensi untuk memberikan keuntungan di tengah pergerakan pasar yang cenderung bervariasi.
Ikuti DailyFX.ID
