— PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menunjukkan performa laba bersih yang impresif hingga Agustus 2026, melampaui pencapaian PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. Kinerja positif ini diprediksi menjadi katalisator kenaikan harga saham BMRI, dengan beberapa analis menetapkan target harga yang tinggi.

Menurut laporan Verdhana Sekuritas, Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp37,5 triliun per Agustus 2026, sebuah peningkatan sebesar 22%. Angka ini setara dengan 65% dari proyeksi laba bersih untuk keseluruhan tahun 2026 yang ditetapkan oleh Verdhana Sekuritas.

Verdhana Sekuritas memperkirakan laba bersih emiten dengan kode saham BMRI ini akan melampaui estimasi yang ada. Beberapa faktor mendasari optimisme ini, termasuk stabilitas Net Interest Margin (NIM) di level 3,6%, perbaikan Cost Ratio sebesar 450 basis poin menjadi 37,1%, serta biaya kredit yang stabil di angka 60 bps. Faktor-faktor ini menunjukkan kesehatan aset perseroan yang terjaga.

“Pendapatan bunga bersih BMRI hingga Agustus 2026 mencapai Rp54,8 triliun, naik 7%, setara 48% dari proyeksi kami, sedangkan laba sebelum provisi melonjak 23% menjadi Rp51,6 triliun,” ujar Verdhana dalam kutipan yang dirilis pada Minggu (20/9/2026).

Rekomendasi dan Target Harga Saham BMRI

Dari sisi neraca keuangan, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) masing-masing sebesar 18% per Agustus 2026. Rasio Loan to Deposit (LDR) terpantau stabil di angka 94,2%.

Pertumbuhan kredit BMRI didorong oleh ekspansi segmen wholesale, program-program pemerintah, serta kontribusi dari perusahaan non-bank BUMN. Proyeksi hingga akhir tahun 2026 memperkirakan pertumbuhan kredit akan ternormalisasi pada kisaran 7-9%.

Verdhana Sekuritas merekomendasikan ‘buy’ untuk saham BMRI dengan target harga Rp6.000. Target ini mencerminkan Price to Earnings Ratio (PER) sebesar 9,7 kali. Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, saham Bank Mandiri berada di level Rp4.260, sehingga potensi keuntungan yang bisa diraih investor diperkirakan mencapai sekitar 40%.