DailyFX.ID — Pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 18 September 2026, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 1,14 triliun. Aksi jual ini menyasar sejumlah saham perbankan, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Berdasarkan data yang dirilis Stockbit Sekuritas, asing bermanuver dengan melepas saham BBCA senilai Rp 222 miliar. Nilai ini dihitung berdasarkan harga rata-rata saham pada sesi I, dengan volume transaksi mencapai 35,4 juta saham.
Aksi jual bersih di pasar reguler tersebut terjadi bersamaan dengan pelemahan harga saham BBCA. Hingga berita ini ditayangkan, saham BBCA mengalami penurunan sebesar 1,97% ke level Rp 6.225. Dalam satu bulan terakhir, saham BBCA telah terkoreksi 1,97%, sementara secara year to date (ytd), sahamnya anjlok 22,9%.
Data dari IDX menunjukkan bahwa saham BBCA telah ditransaksikan sebanyak 62,2 juta lembar dengan frekuensi mencapai 18,2 ribu kali. Total nilai transaksi saham BBCA pada sesi I ini adalah Rp 389,9 miliar.
Senada dengan BBCA, investor asing juga mencatatkan net sell pada saham BMRI. Nilai jual bersih saham BMRI mencapai Rp 108,9 miliar, dihitung dari harga rata-rata sesi I, dengan volume 25,4 juta saham.
Aksi jual di pasar reguler ini juga bertepatan dengan pelemahan harga saham BMRI. Hingga berita ini ditayangkan, saham BMRI melemah 2,07% ke level Rp 4.260. Meskipun demikian, dalam sebulan terakhir, saham BMRI justru tercatat menguat 2,16%. Namun, secara year to date (ytd), saham BMRI turun 16,4%.
Data IDX juga mencatat bahwa saham BMRI telah ditransaksikan sebanyak 66,2 juta lembar dengan frekuensi 15,7 ribu kali, dan total nilai transaksi mencapai Rp 283,5 miliar pada sesi I perdagangan.
Ikuti DailyFX.ID
