DailyFX.ID — Anjloknya nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 180 triliun dalam sepekan perdagangan 14-18 September 2026 menjadi perhatian serius. Nilai pasar bursa susut 1,58% dari Rp 11.446 triliun menjadi Rp 11.266 triliun.
Meskipun terjadi pelemahan, saham-saham berkapitalisasi besar atau big cap masih menjadi tulang punggung nilai pasar di BEI. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mempertahankan posisinya sebagai saham dengan kapitalisasi pasar terbesar, mencapai Rp 768 triliun per Jumat, 18 September 2026.
Mengikuti di belakangnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menempati urutan kedua dengan kapitalisasi pasar Rp 496 triliun. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menyusul di posisi ketiga dengan nilai pasar Rp 481 triliun.
Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menduduki peringkat keempat dengan kapitalisasi pasar Rp 460 triliun, diikuti oleh PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di posisi kelima senilai Rp 425 triliun. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berada di urutan keenam dengan Rp 393 triliun, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di posisi ketujuh dengan Rp 339 triliun.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berada di peringkat kedelapan dengan kapitalisasi pasar Rp 253 triliun. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menyusul di bawahnya dengan Rp 231 triliun. Posisi kesepuluh ditempati oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan kapitalisasi pasar Rp 204 triliun.
IHSG Melemah, Volume Transaksi Turun
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan bahwa pergerakan data perdagangan saham pada periode tersebut cukup dinamis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 1,53% sepanjang pekan, ditutup pada level 6.441,1, turun dari 6.541,3 pada pekan sebelumnya.
“Rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami penurunan sebesar 20,71% menjadi 28,61 miliar saham dari 36,09 miliar saham pada pekan sebelumnya,” ujar Kautsar dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Penurunan juga terlihat pada rata-rata nilai transaksi harian yang terkoreksi 6,95% menjadi Rp 15,22 triliun dari Rp 16,36 triliun pada pekan yang sama. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 14,73%, dari 2,22 juta kali transaksi menjadi 1,89 juta kali transaksi.
Di tengah pelemahan indikator perdagangan tersebut, investor asing turut mencatatkan aksi jual bersih. Pada perdagangan Jumat (18/9/2026), investor asing membukukan net sell sebesar Rp 1,79 triliun. Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing telah mencatatkan net sell senilai Rp 74,36 triliun di pasar saham Indonesia.
Ikuti DailyFX.ID
