— JAKARTA – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali mencatat aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing pada periode 14-17 September 2026. Total net sell investor asing tercatat mencapai Rp 626,78 miliar sepanjang pekan ini.

Melemahnya harga saham BBCA seiring dengan aksi jual asing ini melanjutkan tren negatif yang terjadi pada pekan sebelumnya, yaitu 7-11 September 2026. Saat itu, saham BBCA mengalami net sell asing sebesar Rp 1,48 triliun, yang berimbas pada penurunan harga sahamnya hingga 5,60%.

Perubahan arah saham BBCA ini cukup mengejutkan, mengingat enam pekan sebelumnya, saham bank swasta terbesar di Indonesia ini secara konsisten mencatat net buy dari investor asing. Puncaknya, harga saham sempat menyentuh level Rp 6.775 pada 3 September 2026 sebelum akhirnya berbalik arah dan merosot 7,01% menjadi Rp 6.300 pada penutupan perdagangan Jumat lalu.

MNC Sekuritas dalam catatannya menyebutkan bahwa pada 18 September, saham BBCA terkoreksi 0,79% ke level 6.300. Tekanan jual yang cenderung meningkat terlihat mendominasi pergerakan harga saham tersebut. “Koreksi dari BBCA pun sudah berada di bawah MA60,” tulis MNC Sekuritas.

Meskipun demikian, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk saham BBCA pada Senin, 21 September 2026. Titik masuk yang disarankan berada di kisaran 6.100-6.275, dengan target harga di rentang 6.475 hingga 6.575. Rekomendasi stoploss diberikan jika saham ini turun di bawah 6.050.