DailyFX.ID — Perawatan kulit yang efektif kini tidak lagi semata bergantung pada produk yang digunakan. Kondisi mikrobioma, yaitu komunitas mikroorganisme yang hidup di permukaan kulit, mulai menjadi aspek krusial dalam memahami kesehatan kulit secara personal.
Pendekatan baru ini dikembangkan melalui analisis mikrobioma kulit berbasis DNA. Regene Genomics memperkenalkan SkinSignal, sebuah layanan yang menganalisis profil mikrobioma kulit dari sampel individu. Tujuannya adalah memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi biologis kulit pada waktu tertentu.
Analisis SkinSignal mencakup 14 jenis mikroorganisme yang dikelompokkan ke dalam empat kategori utama: Barrier-supporting Group, Sebum-adapted Group, Pro-inflammatory Group, dan Fungal Indicator. Pengelompokan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai komposisi mikroorganisme yang berkaitan dengan fungsi pelindung kulit, produksi sebum, proses peradangan, hingga keberadaan indikator jamur.
Untuk melengkapi interpretasi profil mikrobioma kulit, analisis ini juga menggunakan SkinSignal Barrier Index, sebuah indeks yang dikembangkan berdasarkan metodologi internal perusahaan.
Chief Executive Officer Regene Genomics, Vichi Lestari, menekankan bahwa setiap individu memiliki karakteristik kulit yang unik. Oleh karena itu, pendekatan perawatan kulit tidak bisa disamaratakan. “Melalui SkinSignal, kami ingin membantu masyarakat mendapatkan perspektif yang lebih personal mengenai mikrobioma kulit melalui informasi berbasis data,” ujarnya.
Mikrobioma kulit adalah komunitas mikroorganisme yang mendiami permukaan kulit. Komposisinya bersifat individual dan dapat berubah dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi lingkungan, gaya hidup, dan rutinitas perawatan kulit.
Penting untuk dicatat bahwa analisis mikrobioma berbeda dengan pemeriksaan genomik. Genomik berfokus pada faktor genetik seseorang, sementara analisis mikrobioma mengkaji komunitas mikroorganisme yang hidup di dalam tubuh.
Vichi menjelaskan bahwa kedua pendekatan ini dapat menyajikan jenis informasi biologis yang berbeda untuk memahami karakteristik individu, termasuk dalam konteks kesehatan dan perawatan kulit. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa analisis mikrobioma bukanlah alat diagnosis medis.
Hasil pemeriksaan hanya mencerminkan profil mikrobioma berdasarkan sampel yang diambil pada waktu tertentu. Hasil ini tidak dapat digunakan untuk memastikan penyakit, infeksi, atau kondisi medis spesifik lainnya. Keluhan kulit yang persisten seperti jerawat, peradangan, iritasi, atau gangguan lainnya tetap memerlukan evaluasi dari tenaga kesehatan, terutama jika kondisi tersebut berlangsung lama atau semakin parah.
Sebelumnya, Regene telah mengembangkan berbagai pemeriksaan berbasis DNA yang mencakup aspek kesehatan, nutrisi, kulit, hingga perencanaan keluarga. Perusahaan mengklaim memiliki lebih dari 600 ‘genetic insights’ yang meliputi nutrisi, kebugaran, kecantikan, dan kesehatan.
Pengembangan analisis mikrobioma kulit ini merupakan bagian dari upaya perluasan pemanfaatan data biologis dalam pendekatan kesehatan preventif dan personal. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi tambahan bagi individu untuk memahami karakteristik kulit mereka, namun tidak dimaksudkan untuk menggantikan pemeriksaan klinis maupun konsultasi medis profesional.
Ikuti DailyFX.ID
