DailyFX.ID — JAKARTA – BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk perdagangan pada Rabu, 12 Agustus 2026. Ketiga saham tersebut adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), dan PT WIR Asia Tbk (WIRG).
Saham MEDC diprediksi masih bergerak dalam fase konsolidasi bullish di atas area support 1.296-1.310. Jika mampu bertahan, saham ini berpeluang menguji level resistance 1.370. Penembusan level tersebut dapat membuka ruang pergerakan menuju 1.400.
Dari sisi kinerja, MEDC mencatatkan laba bersih US$ 67,2 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun pada kuartal I-2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$ 17,2 juta.
Selanjutnya, saham ESSA telah berhasil melakukan breakout dari area konsolidasi 600-650 dengan volume transaksi yang meningkat. Saham ini juga menembus rata-rata pergerakan harga 200 hari (MA200), mengindikasikan potensi momentum yang berlanjut menuju level 715-740.
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) diperkirakan dapat mempertahankan pembagian dividen yang tinggi, berkisar antara Rp 42 hingga Rp 56 per saham untuk tahun buku 2026.
Sementara itu, saham WIRG berhasil menembus neckline pada level 61 dengan volume yang meningkat dan momentum bullish yang menguat. Selama harga bertahan di atas 61, terdapat potensi pergerakan lanjutan menuju 68-72.
Dalam kinerja keuangan, WIRG membukukan laba bersih sebesar Rp 53,6 miliar pada kuartal II-2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 yang tercatat Rp 49,8 miliar.
Prediksi IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi sebesar 1,53% dan ditutup pada level 6.267,8, setelah sebelumnya sempat menyentuh 6.230. Tekanan pasar dipicu oleh memanasnya kembali hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, yang meningkatkan risiko gangguan pada pembukaan Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak dunia turut menekan sentimen global. Dari dalam negeri, perbaikan pada data retail sales Juni yang tercatat -3,0% year-on-year (YoY) dari sebelumnya -3,9% belum mampu menahan tekanan yang terjadi di pasar.
Perhatian pasar akan tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat untuk Juli, dengan konsensus headline sebesar 3,4% YoY dan core sebesar 2,5% YoY. Selain itu, MSCI Review pada 12 Agustus juga berpotensi meningkatkan volatilitas dan memengaruhi arus dana asing.
Investor juga akan memantau perkembangan konflik AS-Iran, pergerakan harga minyak, serta kepastian mengenai pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).
“Secara teknikal, IHSG berpeluang mengalami technical rebound setelah koreksi tajam, dengan support di kisaran 6.200–6.240 dan resistance di 6.300–6.385,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya, Rabu (12/8/2026).
Selama area support mampu dipertahankan, peluang rebound masih terbuka. Namun, MSCI Review berpotensi membuat pergerakan IHSG tetap volatil.
Pada perdagangan sebelumnya, indeks di bursa Wall Street ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average melemah 0,34% ke level 53.791,8. S&P 500 turun 0,32% menjadi 7.728,2, sementara Nasdaq Composite melemah 0,6% ke 26.445,4.
Ikuti DailyFX.ID
