— Sejumlah isu ekonomi menarik perhatian investor pekan ini, mulai dari potensi dampak aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pergerakan harga emas perhiasan. Selain itu, kinerja sejumlah saham emiten juga menjadi sorotan.

Berikut adalah lima berita ekonomi yang paling banyak dibaca hingga Rabu, 16 September 2026:

Dampak Aturan Baru BEI pada Saham GOTO

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengumumkan penerapan penghapusan batas minimum harga saham Rp 50 di pasar reguler dan pasar tunai mulai 28 September 2026. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang saat ini berada di batas minimum tersebut.

Analis MNC Sekuritas Christian sebelumnya menyatakan bahwa penghapusan batas minimum harga Rp 50 akan menjadi dinamika baru bagi saham GOTO. Ia memprediksi harga saham GOTO berpotensi bergerak di bawah Rp 50 dalam jangka pendek jika batas tersebut dihapus.

Harga Emas Perhiasan Stabil

Harga emas perhiasan berbagai kadar terpantau stabil di sejumlah pedagang emas pada Rabu pagi, 16 September 2026. Calon pembeli dan investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Saham Amman Mineral Internasional (AMMN) Diburu Asing

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menarik minat investor asing pada perdagangan Selasa, 15 September 2026. Investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 242,56 miliar di saham ini, meskipun harganya ditutup melemah 0,98%.

Dalam sebulan terakhir, saham AMMN telah melonjak lebih dari 22% dengan total net buy investor asing mencapai Rp 386,63 miliar. Selain itu, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga berpotensi mengalami aliran dana masuk setelah bobotnya naik dalam evaluasi Global Gold Miners Index (GDX) dan Global Junior Gold Miners Index (GDXJ) yang efektif berlaku mulai 18 September 2026.

Pergerakan Saham Bank Mandiri (BMRI)

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami pelemahan sebesar 2,25% ke level Rp 4.340 pada perdagangan Selasa, 15 September 2026, bertepatan dengan cum date dividen interim perseroan. Sebanyak 128,31 juta saham BMRI diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 558,86 miliar. Investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) senilai Rp 282,92 miliar pada saham ini.

Pergerakan saham BMRI berbalik arah setelah sempat mengalami kenaikan 1,83% pada perdagangan Senin, 14 September 2026.

Produsen Selis Catat Rugi, Penjualan Motor Listrik Menurun

Saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS), produsen kendaraan listrik merek Selis, diserbu investor pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia, Rabu, 16 September 2026. Meskipun demikian, laporan keuangan perseroan sepanjang semester I-2026 menunjukkan peningkatan omzet menjadi Rp 91,26 miliar dari Rp 84,07 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan omzet ini ditopang oleh penjualan komponen listrik yang naik menjadi Rp 58,29 miliar dari Rp 37,40 miliar. Namun, penjualan sepeda listrik justru mengalami penurunan menjadi Rp 32,97 miliar dari sebelumnya Rp 46,67 miliar.