DailyFX.ID — JAKARTA – Peran auditor internal saat ini dituntut untuk melampaui sekadar pemeriksaan kepatuhan. Auditor internal diharapkan mampu memberikan pandangan strategis dan membangun kepercayaan (confidence) bagi organisasi.
Pergeseran peran ini mengemuka dalam IIA Indonesia National Conference 2026 yang diselenggarakan oleh The Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia. Presiden IIA Indonesia, Angela Simatupang, menjelaskan bahwa auditor internal tidak menciptakan kepercayaan dengan menyatakan segalanya baik-baik saja.
“Tugas kita adalah membantu memastikan bahwa organisasi dan institusi kita memang layak untuk dipercaya,” ujar Angela dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2026).
Dalam konferensi tersebut, IIA Indonesia juga memaparkan hasil survei mengenai penerapan Global Internal Audit Standards (GIAS). Meskipun kompetensi penugasan audit dinilai cukup kuat, implementasi metodologi dan tata kelola pengawasan kualitas masih memerlukan penguatan.
“Survei menunjukkan bahwa kita sudah cukup kuat dalam menjalankan penugasan audit. Namun, baru 40% organisasi yang metodologi auditnya telah sepenuhnya disesuaikan dengan GIAS, dan baru 49% dewan yang secara rutin meninjau QAIP. Metodologi, tata kelola, dan pengawasan kualitasnya masih perlu kita perkuat bersama,” terang Angela.
Angela menekankan pentingnya keberanian dalam mengukur kapasitas profesi dengan tolok ukur internasional agar auditor internal Indonesia mampu bersaing di panggung global. “Kalau kita ingin profesional Indonesia diakui mampu bersaing secara global, kita juga harus berani diukur dengan benchmark yang digunakan secara global. Kematangan profesi tidak diukur dari banyaknya standar yang kita buat, tetapi dari kualitas dan konsistensi kita dalam menerapkannya,” ucapnya.
IIA Indonesia National Conference 2026 mengusung tema “Beyond Assurance: From Compliance to Confidence”. Konferensi yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh lebih dari 600 pimpinan dan praktisi audit internal dari seluruh Indonesia.
Konferensi nasional ini menghadirkan Menteri Keuangan, Menteri Koperasi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wakil Gubernur Jawa Timur, serta jajaran Direksi, Komisaris, dan Chief Audit Executive (CAE) dari berbagai perusahaan, BUMN, dan instansi pemerintah. Para pemimpin dan praktisi tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari tata kelola dan internal audit, ESG, hingga penyiapan talenta auditor masa depan.
“Saya tidak ingin Indonesia hanya menjadi negara yang selalu belajar dari praktik terbaik dunia. Saya ingin Indonesia juga ikut membentuknya. Bukan karena kita ingin dunia mengakui bahwa kita hebat, tetapi karena kualitas kita membuat dunia tidak punya pilihan selain mengakuinya,” tutup Angela.
Ikuti DailyFX.ID
