— Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali resmi mengoperasikan fasilitas Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional-Domestik mulai Senin (17/8). Pengoperasian ini menjadi kado kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dari bandara pintu gerbang udara Pulau Dewata.

Sebanyak 16 penumpang penerbangan Garuda Indonesia GA715 rute Sydney (SYD) – Bali (DPS) yang tiba pada Senin (17/8) pukul 14.40 WITA, menjadi yang pertama menggunakan jembatan transfer ini. Mereka berpindah dari terminal kedatangan internasional ke terminal keberangkatan domestik untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai bandara lanjutan seperti Cengkareng, Surabaya, dan Kulon Progo.

Sementara itu, transfer dari kedatangan domestik ke keberangkatan internasional dilayani pertama kali pada Senin (17/8) malam. Sebanyak 6 penumpang dari penerbangan Garuda Indonesia GA420 rute Cengkareng (CGK) – Bali (DPS) menjadi yang pertama menggunakan fasilitas ini untuk menuju terminal keberangkatan internasional.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati menjelaskan bahwa dengan fasilitas baru ini, penumpang transfer yang sudah memiliki boarding pass lanjutan tidak perlu lagi keluar gedung terminal kedatangan dan masuk kembali ke terminal keberangkatan. Penumpang juga tidak perlu mengambil bagasi tercatat, karena bagasi akan langsung diproses oleh ground handling dan maskapai penerbangan untuk dibawa ke penerbangan lanjutan.

“Fasilitas terbaru di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ini dihadirkan untuk semakin mempermudah proses transfer antar terminal, serta untuk meningkatkan pengalaman pelanggan atau customer experience. Tentunya hal ini merupakan inovasi yang cukup revolusioner, yang prinsipnya akan semakin menghadirkan seamless journey bagi penumpang transfer,” kata Nugroho Jati dalam keterangan rilisnya.

Melalui jembatan penghubung ini, rata-rata durasi proses transfer penumpang menjadi 15 menit dan bagasi 45 menit. Angka ini menunjukkan efisiensi signifikan dibandingkan sebelumnya, di mana proses transfer dari kedatangan internasional ke keberangkatan domestik membutuhkan waktu rata-rata 90 menit untuk penumpang dan 150 menit untuk bagasi. Untuk rute sebaliknya, dari kedatangan domestik ke keberangkatan internasional, sebelumnya memakan waktu rata-rata 70 menit untuk penumpang dan 120 menit untuk bagasi.

Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional-Domestik dilengkapi dengan konter Imigrasi, Bea Cukai, Badan Karantina, dan security check point. Fasilitas ini berfungsi untuk pemeriksaan kelengkapan berkas dan dokumen penumpang, serta memfasilitasi proses transfer antar terminal baik dari kedatangan internasional ke keberangkatan domestik maupun sebaliknya.

Pintu masuk jembatan transfer di terminal kedatangan internasional berlokasi di arrival hall, mengarahkan penumpang transfer ke terminal keberangkatan domestik di Gate 1. Sementara itu, pintu masuk di terminal kedatangan domestik berada di depan pintu keluar kedatangan dan terhubung ke Gate 1 terminal keberangkatan internasional.

Untuk mempermudah pergerakan penumpang transfer, termasuk mereka yang membutuhkan layanan khusus seperti kursi roda, jembatan transfer ini dilengkapi dengan eskalator dan lift.

“Ke depannya, kami menargetkan untuk secara berkesinambungan menambah jumlah maskapai penerbangan yang penumpangnya dapat dilayani fasilitas ini. Kami turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak terkait utamanya maskapai penerbangan, ground handling, Imigrasi, Bea Cukai, dan Badan Karantina atas kolaborasi dari tahap penyusunan konsep hingga operasional jembatan transfer ini,“ pungkas Nugroho Jati.