DailyFX.ID — JAKARTA – Pertumbuhan kredit konsumsi perbankan melambat pada Juli 2026 akibat daya beli masyarakat yang masih lesu. Untuk mengatasi tren ini, sejumlah bank agresif menggelar pameran dengan menawarkan suku bunga kredit yang menarik guna mendongkrak permintaan.
Data Bank Indonesia mencatat total kredit konsumsi per Juli 2026 mencapai Rp2.403 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,3%. Angka ini melanjutkan tren perlambatan yang terjadi pada berbagai jenis kredit konsumsi. Khusus kredit kendaraan bermotor (KKB), terjadi penurunan 10% secara tahunan menjadi Rp129,3 triliun pada Juli 2026, lebih buruk dari bulan sebelumnya yang terkoreksi 9,9%.
Kredit pemilikan rumah (KPR) juga mengalami perlambatan, tumbuh 4,3% secara tahunan menjadi Rp855,9 triliun, berbanding dengan pertumbuhan 4,4% pada bulan Juni. Sementara itu, kredit multiguna tumbuh 7,6% secara tahunan per Juli 2026, melambat dari 8,3% pada bulan sebelumnya, dengan nilai kredit tercatat Rp1.317,8 triliun.
Untuk memacu kembali pertumbuhan, perbankan giat mendorong permintaan kredit konsumsi melalui pameran yang menawarkan bunga kredit spesial dan berbagai insentif. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) misalnya, menyelenggarakan BRI KKB National Expo 2026 di 131 lokasi di seluruh Indonesia pada 10-21 Agustus 2026. Dalam expo ini, BRI memberikan penawaran suku bunga mulai dari 1,81% flat per tahun untuk tenor satu tahun.
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen BRI dalam menyediakan solusi pembiayaan kendaraan yang mudah diakses masyarakat. “Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi BRI untuk meningkatkan awareness dan positioning KKB BRI di tengah persaingan industri pembiayaan kendaraan yang semakin ketat. Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal BRI sebagai bank untuk kebutuhan perbankan, tetapi juga melihat BRI sebagai partner pembiayaan kendaraan yang mudah, kompetitif, dan terpercaya,” ungkap Aris.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga tidak ketinggalan dengan menggelar BCA Expo 2026 di tujuh kota, diawali di Surabaya pada 21-23 Agustus 2026. Direktur BCA, Haryanto T. Budiman, menyampaikan antusiasme masyarakat Surabaya dan Jawa Timur selalu memotivasi perseroan untuk terus menghadirkan layanan relevan.
Pada BCA Expo Surabaya 2026, BCA menawarkan bunga spesial KPR mulai dari 1,23% efektif per tahun fixed setahun khusus rumah baru dari mitra developer, dengan biaya provisi 0,81%. Untuk kredit kendaraan bermotor (KKB), ditawarkan bunga 1,80% flat per tahun tenor satu tahun untuk mobil baru jenis passenger car. Nasabah kredit sepeda motor (KSM) dapat menikmati bunga spesial mulai dari 5,69% flat per tahun. Haryanto optimistis promo ini akan mendorong pertumbuhan kredit konsumer perseroan. “Kalau ditanya apakah ini akan mendorong pertumbuhan kredit konsumer kami, definitely, pasti. Ini adalah salah satu strategi kami untuk mendorong,” katanya.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turut menggelar BNI wondrX 2026 pada 21-23 Agustus 2026 di ICE BSD, sebagai strategi mendorong pertumbuhan bisnis dan penyaluran kredit konsumer. BNI menargetkan total transaksi dalam gelaran ini tumbuh lebih dari 14% secara tahunan.
Di sektor properti, BNI Griya menawarkan program KPR dengan bunga mulai 1% per tahun efektif. Untuk otomotif, KKB BNI OTO tersedia mulai 0% per tahun flat, ditambah program bebas premi asuransi banjir dan huru-hara selama satu tahun.
Dampak Pameran Terhadap Penyaluran Kredit
Chief Economist PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, menilai dampak pameran perbankan terhadap penyaluran kredit hingga akhir tahun bisa cukup terasa bagi bank yang memiliki ekosistem properti dan otomotif besar. Namun, ia tidak melihat pameran semata akan mengubah tren kredit konsumsi secara nasional.
“Perkiraan saya kredit konsumsi sampai akhir tahun tetap tumbuh pada kisaran menengah satu digit, kurang lebih 5-7%, bukan kembali ke pertumbuhan dua digit,” ujar Josua. Ia menambahkan, pameran pada semester II ini dapat mendorong kredit konsumsi, namun dampaknya lebih besar pada percepatan transaksi daripada menciptakan permintaan baru.
Pameran akan efektif untuk KPR dan kendaraan jika bank bersama pengembang atau dealer menawarkan kombinasi bunga tetap menarik, pengurangan uang muka, potongan biaya administrasi, dan harga khusus. “Potensinya cukup berarti karena sekitar 70,05% pembelian rumah baru menggunakan KPR. Dengan demikian, selisih cicilan beberapa ratus ribu rupiah per bulan dapat mengubah keputusan konsumen. Namun jangan terlalu mengandalkan pameran sebagai mesin pertumbuhan,” jelas Josua.
Menurut Josua, pameran pada dasarnya dapat memajukan keputusan pembelian yang seharusnya dilakukan beberapa bulan ke depan, tetapi tidak memperbaiki pendapatan rumah tangga. Jika kemampuan membeli sedang lemah, penyaluran kredit bisa kembali melambat setelah pameran usai.
Strategi yang lebih efektif, lanjutnya, adalah menggunakan pameran untuk nasabah yang sudah memiliki riwayat transaksi baik, menawarkan persetujuan awal berdasarkan kemampuan membayar, dan memberikan bunga tetap lebih panjang agar konsumen memperoleh kepastian cicilan.
Ikuti DailyFX.ID
