DailyFX.ID — JAKARTA – Tren penjualan emas oleh bank sentral kembali terlihat, salah satunya dilakukan oleh Bank Sentral Rusia. Berdasarkan data yang dirilis bank sentral negara itu, kepemilikan emas Rusia per 1 Agustus 2026 menurun menjadi 73,2 juta ons. Jumlah ini merupakan yang terendah sejak Januari 2020.
Penurunan kepemilikan emas Rusia mencapai 1,6 juta ons sejak awal tahun ini. Nilai cadangan emas bank sentral tersebut juga terpantau turun sebesar $33,7 miliar selama tujuh bulan berturut-turut. Kondisi ini menandai perubahan signifikan dari posisi Rusia sebelumnya sebagai pembeli emas negara terbesar di dunia.
Sebelumnya, Bank Sentral Rusia menyerap sebagian besar hasil tambang emas domestik sebelum menghentikan pembelian pada awal 2020. Dua tahun kemudian, komitmen untuk kembali membeli emas sempat membantu menyerap pasokan yang sulit diekspor akibat sanksi internasional terkait invasi ke Ukraina pada Februari 2022. Namun, pembelian dalam skala besar tidak pernah dilanjutkan.
Bank Sentral Rusia mulai mengurangi kepemilikan emasnya pada tahun lalu. Kementerian Keuangan menjual logam mulia dan mata uang asing dari Dana Kesejahteraan Nasional (National Wellbeing Fund) untuk membantu menutupi defisit anggaran. Defisit ini timbul akibat penurunan pendapatan di sektor energi.
Melalui mekanisme yang disebut sebagai ‘mekanisme cermin’ (mirror mechanism), Bank Sentral Rusia melakukan operasi penyeimbang di pasar domestik. Tujuannya adalah untuk meredam dampak transaksi tersebut terhadap nilai tukar rubel dan sistem keuangan negara.
Ikuti DailyFX.ID
