— JAKARTA – Kenaikan harga emas yang terus meroket mulai mengubah pola pikir masyarakat dalam memilih perhiasan. Konsumen kini menjadi lebih cermat dalam berbelanja dan mulai melirik perhiasan dengan kadar emas yang lebih rendah untuk dikenakan sehari-hari.

Direktur Business & Operation PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), Yudho Jatmiko, mengungkapkan bahwa lonjakan harga emas memberikan tantangan tersendiri terhadap daya beli masyarakat. “Kalau kami melihat kondisi pasar saat ini, memang terdapat tantangan dari sisi daya beli masyarakat terhadap perhiasan. Konsumen lebih selektif dan mempertimbangkan value yang mereka dapatkan dari sebuah produk,” ujar Yudho.

Menurut Yudho, konsumen tidak lagi hanya terpaku pada kandungan emas dalam sebuah perhiasan. Faktor lain seperti desain, fungsi, kualitas, hingga makna emosional produk kini turut menjadi pertimbangan utama.

Pergeseran tren ini juga tampak pada pilihan kadar emas. Yudho menjelaskan bahwa dengan semakin tingginya harga emas, sebagian konsumen yang terbiasa memakai perhiasan setiap hari kini beralih ke kadar emas yang lebih muda, yaitu 8 hingga 10 karat. “Terlebih dengan harga emas yang semakin tinggi, saat ini pilihan konsumen untuk perhiasan yang dipakai sehari-hari sudah bergeser ke kadar muda (8–10 karat) untuk berbagai alasan keamanan penggunanya,” tuturnya.

Pilihan Kadar yang Tepat

Yudho menambahkan bahwa kadar emas yang lebih tinggi tidak selalu menjadi opsi terbaik untuk setiap kebutuhan. Meskipun kadar emas yang lebih tinggi menandakan kandungan emas murni yang lebih besar, karakteristik perhiasan tetap harus disesuaikan dengan tujuan penggunaannya.

“Untuk penggunaan sehari-hari, konsumen disarankan mempertimbangkan desain yang nyaman, praktis dan cukup kuat untuk mendukung aktivitas harian,” imbuhnya.

PT Hartadinata Abadi Tbk, melalui lini produknya HRTA Gold dan Ardore, menawarkan beragam pilihan perhiasan dengan kadar mulai dari 8 hingga 18 karat. Hal ini memungkinkan konsumen untuk memilih kadar yang paling sesuai dengan kebutuhan, preferensi pribadi, serta seberapa sering perhiasan tersebut akan digunakan.

Menyikapi kondisi harga emas yang sedang tinggi, Yudho menekankan pentingnya industri perhiasan untuk terus berinovasi. Industri ini perlu menghadirkan produk yang tidak hanya bernilai sebagai investasi aset, tetapi juga relevan dengan gaya hidup dan kemampuan finansial konsumen di tengah kondisi pasar saat ini.