DailyFX.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mempersiapkan sebuah aplikasi rating yang didedikasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya penguatan sistem pengawasan dan evaluasi kualitas layanan yang diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Aplikasi ini dirancang untuk memungkinkan kepala sekolah dan guru memberikan penilaian langsung terhadap layanan dapur MBG di satuan pendidikan mereka. Penilaian tersebut akan mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari ketepatan waktu distribusi hingga kelayakan dan kualitas menu yang disajikan kepada para peserta didik.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menjelaskan di Jakarta pada Jumat (25/9/2026) bahwa keterlibatan aktif dari pihak sekolah sangat penting dalam membangun sebuah sistem pengawasan yang responsif. Menurutnya, sekolah tidak hanya berperan sebagai penerima layanan, tetapi juga memiliki platform untuk menyampaikan evaluasi berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
“Melalui aplikasi rating MBG, kami ingin memastikan suara dari sekolah dapat tersampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari proses evaluasi layanan. Kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan penilaian sekaligus mencantumkan catatan apabila terdapat layanan yang belum sesuai. Masukan tersebut menjadi bahan bagi BGN untuk melihat bagian mana yang perlu segera diperbaiki,” ujar Tysa.
Dalam aplikasi tersebut, sekolah akan dapat memberikan penilaian menggunakan skala bintang dari 1 hingga 5, yang disertai dengan catatan rinci mengenai aspek layanan yang dinilai. Mekanisme umpan balik ini diharapkan dapat menyajikan gambaran yang lebih terukur mengenai kualitas layanan SPPG, sekaligus membantu BGN mengidentifikasi area-area yang memerlukan tindak lanjut segera.
Selain memanfaatkan aplikasi rating, sekolah yang menemukan adanya ketidaksesuaian layanan juga dapat menggunakan jalur pelaporan dan pemantauan yang telah disediakan. Apabila persoalan yang dilaporkan belum mendapatkan perbaikan, sekolah dapat kembali menyampaikan laporan melalui kanal tersebut dengan memberikan tembusan kepada BGN, sehingga informasi dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan lebih cepat.
Penguatan mekanisme umpan balik ini merupakan bagian dari upaya BGN untuk membangun tata kelola MBG yang lebih transparan, responsif, dan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Sekolah, sebagai lingkungan yang berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat, memegang posisi strategis dalam memberikan informasi mengenai pelaksanaan layanan MBG. Melalui penguatan sistem digital dan keterlibatan sekolah dalam memberikan umpan balik, BGN berupaya membangun mekanisme pengawasan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menangkap kondisi layanan secara langsung dari lapangan.
Ikuti DailyFX.ID
