— PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus melakukan inovasi untuk memaksimalkan potensi batu bara. Setelah sebelumnya berfokus pada bisnis batu bara sebagai sumber energi (coal-to-energy), kini perseroan akan merambah ke pengembangan batu bara sebagai bahan baku industri kimia (coal-to-chemicals).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Uni Lindasari, menyatakan bahwa sebagai perusahaan yang memiliki kompetensi inti di sektor batu bara, PTBA akan terus mengeksplorasi berbagai bentuk turunan batu bara lainnya. “Kalau sekarang misalnya kami hanya baru berfokus pada bisnis batu bara secara konvensional dan sudah mulai masuk ke coal-to-energy. Ke depannya, kami sudah masuk ke dalam coal-to-chemicals,” ujar Uni dalam sebuah paparan publik.

Salah satu produk kimia yang ditargetkan dihasilkan dari konversi batu bara ini adalah kalium humat. Uni berharap, pengembangan bisnis pengolahan batu bara menjadi bahan kimia ini nantinya dapat mendukung ambisi perseroan dalam segmen reklamasi dan rehabilitasi lahan.

Bisnis Hijau PTBA

Selain mengembangkan bisnis pengolahan batu bara menjadi produk bernilai tambah, PTBA, yang merupakan anggota Holding BUMN Industri Pertambangan atau MIND ID, juga aktif melakukan ekspansi usaha di sektor non-batu bara yang berbasis prinsip hijau serta hilirisasi batu bara.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menambahkan bahwa perseroan sedang mempersiapkan sejumlah proyek strategis yang dijadwalkan akan terealisasi dalam kurun waktu 2 hingga 4 tahun ke depan. “Kami mempunyai target dalam 3-4 tahun ke depan segmen non-batu bara atau turunan batu bara sudah bisa menghasilkan pendapatan sekitar 20% dari total pendapatan perusahaan,” ungkap Turino.

Kontribusi dari segmen non-batu bara dan turunannya diproyeksikan akan terus meningkat secara bertahap seiring dengan perkembangan berbagai proyek lainnya. Saat ini, porsi bisnis non-batu bara PTBA masih berada di bawah angka 3% dari total pendapatan perusahaan.

Menurut Turino, PTBA tengah menyusun peta jalan (roadmap) atau rencana jangka panjang perusahaan (RJPP). Dalam rencana tersebut, perseroan menargetkan 20% dari total pendapatan PTBA akan berasal dari sektor hijau dan hilirisasi batu bara. “Jadi, perlahan (pendapatan) itu akan meningkat sesuai dengan pertumbuhan yang kami perkirakan. Ke depan, batu bara akan terkonversi menjadi chemical dan energi yang lain,” tutup Turino.