— WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak keberatan jika perusahaan otomotif asal China mendirikan pabrik dan memproduksi kendaraan di wilayah Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan meskipun ada penolakan dari sebagian anggota parlemen dan pelaku industri otomotif domestik.

“Kalau China ingin masuk dan membuka pabrik untuk memproduksi mobil mereka di sini, saya tidak keberatan,” ujar Trump dalam wawancara dengan program The Ingraham Angle di Fox News, seperti dikutip Reuters pada Minggu (13/09/2026).

Trump membandingkan situasi ini dengan produsen mobil Jepang yang telah membangun fasilitas produksi di AS dan menyerap tenaga kerja lokal. Ia menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja Amerika. “Hal yang paling penting adalah mereka mempekerjakan orang-orang kita,” tegasnya.

Meskipun demikian, Trump secara tegas menolak ide produksi mobil China di Meksiko yang kemudian diekspor ke pasar Amerika Serikat. “Saya tidak sedang menjelekkan mobil China,” imbuhnya.

Pernyataan Trump ini muncul menjelang pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Washington dalam beberapa pekan mendatang. Sebelumnya, sejumlah produsen mobil AS telah mendesak pemerintahan Trump untuk tidak memberikan akses pasar domestik kepada perusahaan otomotif China.

Senator AS dari Partai Demokrat, Elissa Slotkin, sempat menyuarakan keprihatinan mengenai potensi masuknya mobil China ke pasar AS sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih luas. Ia menilai langkah tersebut bisa menjadi kesalahan strategis. Namun, Trump membantah isu tersebut dan menyebutnya sebagai “rumor palsu”.

Saat ini, pasar AS masih memberlakukan hambatan yang cukup ketat bagi kendaraan asal China. Aturan yang ditetapkan pemerintahan mantan Presiden Joe Biden pada awal 2025 secara efektif membatasi produsen China untuk menjual atau memproduksi kendaraan penumpang di AS. Selain itu, Washington masih memberlakukan tarif lebih dari 100% untuk kendaraan listrik dari China.

Di sisi lain, kelompok industri otomotif AS terus mendorong penerapan pembatasan yang lebih permanen. Alliance for Automotive Innovation, yang mewakili produsen besar seperti General Motors, Ford, Toyota, Volkswagen, Hyundai, Honda, dan Stellantis, mendesak Kongres untuk segera mengesahkan aturan yang melarang kendaraan China memasuki pasar AS. CEO Alliance for Automotive Innovation, John Bozzella, mengungkapkan bahwa produsen China saat ini tengah memperluas penjualan kendaraan bersubsidi yang dilengkapi perangkat lunak dan keras terkoneksi ke berbagai pasar global.