DailyFX.ID — JAKARTA – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat kenaikan signifikan sebesar 4,47% menjadi Rp 187 pada penutupan perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026. Saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim ini diperdagangkan sebanyak 4,39 miliar unit dengan frekuensi transaksi mencapai 68.796 kali, menghasilkan nilai total Rp 814,28 miliar.
Selama sepekan perdagangan pada 3-7 Agustus, saham BUMI mengalami lonjakan akumulatif sebesar 13,33%. Meskipun demikian, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 11,58 miliar secara akumulatif. Angka net sell asing ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp 172,93 miliar.
MNC Sekuritas melaporkan bahwa penguatan saham BUMI sebesar 4,47% ke level 187 disertai dengan volume pembelian yang meningkat. Menanggapi dinamika ini, pada Senin, 10 Agustus 2026, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi ‘buy on weakness’ untuk saham BUMI di kisaran harga 175-184. Rekomendasi ini mencakup target harga pertama di 194 dan target harga kedua di 210, dengan level stoploss di bawah 166.
Sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah memberikan klarifikasi resmi menyusul permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana akuisisi perusahaan pertambangan asal Australia, Loyal Metals Limited. Direktur Bumi Resources, RA Sri Dharmayanti, menjelaskan bahwa perseroan telah menandatangani ‘scheme implementation deed’ (SID) dengan Loyal Metals Limited.
Perjanjian ini merupakan kerangka dasar untuk memulai proses akuisisi. “Sampai dengan saat ini, proses akuisisi masih berada pada tahap pemenuhan persyaratan sehingga belum terjadi pengalihan dana maupun saham,” ujar Sri dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Rabu, 5 Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa penyelesaian transaksi ini masih bergantung pada terpenuhinya sejumlah persyaratan pendahuluan (conditions precedent).
Persyaratan tersebut meliputi persetujuan dari pemegang saham Loyal Metals serta pemenuhan proses dan ketentuan hukum yang berlaku di Australia. “Persyaratan umum lainnya adalah jika, selama persyaratan-persyaratan tersebut belum seluruhnya terpenuhi, maka transaksi akuisisi belum dapat dinyatakan selesai dan belum menimbulkan akibat hukum apapun atas perpindahan kepemilikan Loyal Metals Limited kepada perseroan,” terang Sri lebih lanjut.
Loyal Metals Limited (ASX: LLM) adalah perusahaan eksplorasi sumber daya asal Australia yang memiliki fokus pada mineral kritis, tembaga, dan emas. Proyek utamanya mencakup Highway Reward Copper-Gold Mine di Queensland, serta aset-aset litium yang potensial.
Ikuti DailyFX.ID
