— Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk mengeluarkan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) dari papan pemantauan khusus berbasis mekanisme full call auction (FCA). Keputusan ini efektif berlaku mulai Jumat, 25 September 2026.

“Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 25 September 2026,” ungkap pengumuman resmi BEI yang dirilis pada Kamis, 24 September 2026.

Sebelumnya, saham TRUK telah masuk dalam daftar papan pemantauan khusus sejak 16 September 2026. Pemberlakuan status tersebut didasari oleh adanya penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari satu hari bursa akibat aktivitas perdagangan yang dianggap tidak wajar.

Menariknya, saham TRUK baru saja menjadi bagian dari portofolio investasi Andry Hakim melalui entitasnya, Hakimson Growth Capital. Hakimson tercatat memborong 5% saham TRUK pada 18 September 2026.

Selama berada di papan pemantauan khusus FCA, saham TRUK konsisten menunjukkan pergerakan positif dengan menyentuh batas auto rejection atas (ARA) setiap harinya. Namun, dalam mekanisme FCA, batas ARA dan auto rejection bawah (ARB) dibatasi maksimal 10%.

Pada penutupan perdagangan 24 September, saham TRUK ditutup menguat 9,81% ke level harga Rp 2.070.

Setelah resmi keluar dari FCA, saham TRUK akan kembali diperdagangkan di papan pengembangan. Pada papan ini, saham dengan rentang harga Rp 200 hingga Rp 5.000 memiliki batas ARA sebesar 25% dan ARB 15%. Dengan perubahan ini, pergerakan saham TRUK berpotensi menjadi lebih fluktuatif, baik mengalami kenaikan maupun penurunan yang signifikan. Hal ini tentu akan membuat portofolio Andry Hakim berpotensi mengalami pergerakan yang lebih dinamis.

Hakimson Growth Capital membeli sebanyak 21.750.000 lembar saham TRUK, yang setara dengan 5% kepemilikan, pada 18 September 2026. Transaksi ini dilakukan pada harga Rp 428 per saham, dengan total nilai pembelian mencapai Rp 9,3 miliar.

Perlu dicatat, harga perolehan saham TRUK oleh Hakimson jauh lebih rendah dibandingkan harga pasarnya saat penutupan perdagangan pada 18 September 2026, yang berada di angka Rp 1.420. Kenaikan harga saham TRUK terus berlanjut hingga mencapai Rp 2.070.

Dengan demikian, nilai kepemilikan Hakimson atas saham TRUK saat ini diperkirakan mencapai Rp 45 miliar. Dalam kurun waktu hanya beberapa hari, entitas yang terafiliasi dengan Andry Hakim ini telah meraup keuntungan atau gain sebesar Rp 35 miliar dari saham TRUK.

Selain Hakimson, terdapat investor lain yang juga melakukan pembelian signifikan atas saham TRUK, yaitu PT Pukul Rata Kanan. Perusahaan ini diketahui merupakan entitas yang terafiliasi dengan Gabriel Rey.

PT Pukul Rata Kanan mengakuisisi 65.250.000 lembar saham TRUK, atau 15% dari total saham, pada harga Rp 428 per saham pada 18 September 2026. Nilai total transaksi ini mencapai Rp 27,92 miliar.

Saat ini, nilai kepemilikan PT Pukul Rata Kanan atas saham TRUK diperkirakan telah melonjak menjadi Rp 135 miliar. Perusahaan ini juga tercatat membukukan keuntungan fantastis sebesar Rp 107 miliar hanya dalam hitungan hari.