DailyFX.ID — JAKARTA – Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan bahwa Indonesia selalu memegang posisi penting dalam peta diplomasi global China, terutama di kawasan Asia Tenggara. Pernyataan ini disampaikan setelah peluncuran resmi Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) pertama antara Indonesia dan China yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 21 Agustus 2026.
“China selalu menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam diplomasi China, khususnya dalam diplomasi dengan negara tetangga. Kami siap menjadikan konsensus strategis yang dicapai Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo Subianto sebagai pedoman utama,” ujar Wang Yi dalam keterangan resminya, Sabtu (22/8/2026).
Forum CSD yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dan Menlu Wang Yi ini menjadi platform baru untuk memperkuat kerja sama bilateral. Kerja sama ini mencakup lima pilar utama dan sekaligus menandai dimulainya penyusunan Rencana Aksi Indonesia-China 2027–2031.
Perluas Kerja Sama AI hingga Ketahanan Pangan
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk memperdalam penyelarasan strategi pembangunan serta mendorong perdagangan yang seimbang dan berkelanjutan. Sektor teknologi canggih menjadi salah satu fokus utama kedua negara. China dan Indonesia berkomitmen untuk memperluas kerja sama dalam kekuatan produktif berkualitas baru, seperti pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Saat ini, sistem peringatan dini meteorologi berbasis AI dari China telah diuji coba di Indonesia untuk membantu mengantisipasi ancaman iklim ekstrem. Di sektor energi, kedua pihak sepakat membangun kemitraan sumber daya energi dan mineral yang menyeluruh, terbuka, dan ramah lingkungan. Selain itu, kolaborasi di bidang teknologi pertanian, pemberantasan kemiskinan, ketahanan pangan, hingga kesehatan juga turut ditingkatkan.
Menlu Sugiono mengapresiasi kontribusi investasi China terhadap pembangunan nasional Indonesia. “Kesuksesan perusahaan China juga merupakan kesuksesan Indonesia. Kami siap menyediakan lingkungan usaha yang adil, transparan, dan ramah bagi para investor,” ungkap Sugiono.
Stabilitas Regional dan Pertemuan ‘2+2’
Terkait isu kawasan, kedua negara berkomitmen untuk melaksanakan Deklarasi Perilaku Para Pihak (Declaration on the Conduct of Parties/DoC) di Laut China Selatan serta mempercepat perumusan Kode Etik (Code of Conduct/CoC) guna mewujudkan kawasan perairan yang damai dan kooperatif.
Selain forum CSD, pada hari yang sama juga digelar Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2. Pertemuan ini melibatkan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara, yakni Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Laksamana Dong Jun. Forum ini berfokus pada penguatan kerja sama di bidang politik, pertahanan, dan keamanan.
Sesuai kesepakatan, forum CSD kedua dijadwalkan akan berlangsung di China pada tahun depan. Hubungan diplomatik Indonesia dan China telah berkembang pesat dari sekadar kemitraan ekonomi menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership).
Sejak kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping menegaskan komitmen kerja sama pada akhir 2024, kedua negara terus memperkuat kerangka diplomasi lintas sektor melalui pilar politik, ekonomi, pertahanan, keamanan, dan pertukaran antarmasyarakat (people-to-people).
Di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian, sinergi antara Indonesia dan China memiliki arti penting. Sebagai dua negara besar di kawasan dan bagian dari Global South, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan mempercepat transformasi ekonomi domestik seperti hilirisasi industri dan adopsi teknologi baru, tetapi juga untuk menjaga stabilitas keamanan kawasan serta menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang di panggung internasional.
Ikuti DailyFX.ID
