— Memiliki emas kini dapat dilakukan secara bertahap melalui skema cicilan, memberikan kesempatan bagi masyarakat, termasuk Generasi Z, untuk memulai investasi. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk menimbang berbagai faktor yang menyertainya.

Salah satu pertimbangan utama adalah pemilihan gramasi emas. Setiap ukuran emas memiliki karakteristik berbeda terkait harga, biaya, kemudahan pencairan, dan tujuan kepemilikan. Memilih gramasi bukan hanya soal menyesuaikan nominal cicilan, tetapi juga harus selaras dengan kondisi keuangan dan tujuan investasi.

Gramasi Kecil: Pilihan Fleksibel untuk Pemula

Emas dengan gramasi kecil sering menjadi pilihan bagi Generasi Z yang baru memulai membangun aset. Ukuran yang lebih ringan membuat dana yang dikeluarkan lebih ringan, sesuai dengan anggaran yang tersedia. “Dari segi target penggunaannya, gramasi kecil cocok untuk pemula atau kamu yang memiliki anggaran terbatas,” demikian dikutip dari artikel Pegadaian. Meskipun lebih terjangkau dari segi nominal, emas gramasi kecil cenderung memiliki harga per gram yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh biaya percetakan dan distribusi yang jika dihitung per gram menjadi lebih besar.

Keunggulan lain dari emas gramasi kecil adalah fleksibilitas. Pemilik dapat menjual sebagian kecil kepemilikannya tanpa harus mencairkan seluruh aset, sebuah keuntungan bagi investor yang mungkin sewaktu-waktu membutuhkan dana tunai namun tetap ingin mempertahankan sebagian aset emasnya.

Gramasi Besar: Pertimbangan Jangka Panjang

Bagi Generasi Z yang memiliki dana lebih dan berencana menyimpan emas sebagai aset jangka panjang, gramasi besar dapat dipertimbangkan. Namun, ukuran yang lebih besar juga membawa konsekuensi saat pencairan. Jika hanya membutuhkan dana dalam jumlah tertentu, menjual emas berukuran besar bisa berarti melepas aset lebih banyak dari kebutuhan sebenarnya. Ini membuat gramasi besar cenderung kurang fleksibel dibandingkan emas berukuran kecil.

Faktor Lain yang Perlu Diperhatikan

Selain harga, calon investor juga perlu memperhatikan spread, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual emas. Umumnya, emas gramasi kecil memiliki persentase spread yang lebih besar, sementara emas gramasi besar cenderung memiliki spread yang lebih rendah.

Kemampuan membayar cicilan juga menjadi faktor krusial. Jumlah angsuran sebaiknya disesuaikan dengan pendapatan dan pengeluaran rutin agar kepemilikan emas tidak mengganggu kebutuhan utama. Pemilihan gramasi harus disesuaikan dengan tujuan investasi. Bagi yang baru memulai membangun aset secara perlahan, gramasi kecil bisa menjadi langkah awal. Sementara itu, gramasi besar lebih cocok untuk tujuan penyimpanan aset jangka panjang.

Pada akhirnya, tidak ada satu ukuran emas yang paling sesuai untuk semua orang. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu disesuaikan dengan kondisi finansial, kebutuhan pencairan, serta target investasi masing-masing. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini sejak awal, cicilan emas dapat dilakukan secara lebih terencana, memastikan jumlah cicilan tetap berada dalam batas kemampuan keuangan tanpa mengorbankan kebutuhan sehari-hari.