DailyFX.ID — JAKARTA – PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) berambisi besar memperluas bisnis air minum dalam kemasan (AMDK) pada paruh kedua tahun 2026. Setelah mencatatkan pertumbuhan laba dan penjualan dua digit pada semester I-2026, perseroan mempercepat ekspansi melalui penambahan fasilitas produksi, perluasan jaringan distribusi, hingga pengembangan produk baru.
Langkah ekspansi ini menjadi strategi utama CLEO untuk menangkap pertumbuhan permintaan yang terus meningkat sekaligus memperkuat pangsa pasar di tengah persaingan industri AMDK yang semakin ketat.
Chief Executive Officer CLEO, Melisa Patricia, menyatakan bahwa perseroan akan semakin agresif mendorong pertumbuhan pada semester II-2026 melalui berbagai upaya strategis untuk memperkuat pangsa pasar.
“Untuk memastikan supaya kinerja solid tersebut berlanjut di paruh kedua, CLEO akan semakin agresif untuk bertumbuh melalui berbagai upaya penguatan pangsa pasar,” ujar Melisa dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).
Salah satu tumpuan utama ekspansi CLEO adalah memperluas jaringan produksi agar distribusi produk semakin dekat dengan konsumen. Saat ini, perseroan telah mengoperasikan 33 pabrik air minum yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Jumlah pabrik tersebut akan terus bertambah. Pabrik baru di Palu dilaporkan telah mulai beroperasi pada kuartal III-2026. Sementara itu, fasilitas produksi di Pontianak dan Pekanbaru ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026.
Penambahan pabrik menjadi bagian penting dari strategi CLEO. Pertumbuhan jaringan produksi tidak hanya akan meningkatkan kapasitas, tetapi juga memungkinkan perseroan memperkuat penetrasi pasar di wilayah baru dengan dukungan logistik yang lebih efisien.
Di sisi distribusi, CLEO kini memiliki sekitar 11.000 mitra distribusi yang didukung oleh 500 jaringan distribusi internal. Kombinasi antara ekspansi pabrik dan jaringan distribusi ini menjadi fondasi penting bagi perseroan untuk memperluas jangkauan produknya secara nasional.
Ekspansi juga dilakukan melalui pengembangan portofolio produk. Pada September 2026, CLEO meluncurkan Cleo Galon Praktis 15 Liter. Produk ini dirancang dengan format yang lebih ringan dan mudah diangkat, serta menggunakan kemasan 100% bebas Bisphenol-A (BPA).
Peluncuran produk inovatif ini menjadi bagian dari strategi CLEO untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang semakin beragam. Perseroan menilai inovasi produk menjadi salah satu kunci utama untuk mempertahankan pertumbuhan sekaligus memperkuat posisi merek di pasar AMDK.
Strategi tersebut sejalan dengan kinerja impresif CLEO pada semester I-2026. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 262,5 miliar, yang berarti tumbuh 27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, penjualan perseroan meningkat 23,8% secara tahunan menjadi sekitar Rp 1,7 triliun. Pertumbuhan penjualan ini terutama ditopang oleh segmen produk botol.
Dengan kinerja positif tersebut, CLEO menargetkan dapat mempertahankan pertumbuhan dua digit hingga akhir tahun 2026. Untuk mencapai target ini, perseroan mengandalkan kombinasi antara penambahan kapasitas produksi, perluasan distribusi, dan inovasi produk yang berkelanjutan.
Selain ekspansi fisik, CLEO juga terus memperkuat mereknya melalui berbagai aktivitas pemasaran dan keterlibatan langsung dengan konsumen. Salah satunya adalah Festival Kuliner CLEO yang digelar di Surabaya pada 5–6 September 2026.
Festival tersebut dikombinasikan dengan kegiatan olahraga dan musik, sekaligus mengangkat potensi kuliner Nusantara. Bagi CLEO, kegiatan seperti ini menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesadaran merek sekaligus memperkuat penetrasi pasar.
“Menjaga kualitas produk secara ketat serta memastikannya memiliki daya saing yang kuat juga menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan yang solid,” ujar Melisa.
Perseroan juga menilai diferensiasi produk menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan pasar. CLEO selama ini mengusung positioning sebagai produsen air murni dalam kemasan, bukan air mineral, dengan slogan khas “Murni Airnya, Segar Rasanya”.
Di tengah berbagai upaya ekspansi tersebut, CLEO berhasil memperoleh tiga penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) bertepatan dengan peluncuran Cleo Galon Praktis 15 Liter. Penghargaan tersebut mencakup perusahaan air minum murni dalam kemasan dengan pabrik terbesar, produsen botol AMDK teringan, serta AMDK pertama dengan galon bebas BPA.
Bagi CLEO, ekspansi hingga akhir tahun ini bukan hanya bertujuan untuk menambah kapasitas produksi semata, tetapi juga untuk memperkuat ekosistem bisnis dari hulu hingga hilir. Penambahan pabrik di sejumlah wilayah strategis akan memperkuat basis produksi, sementara perluasan distribusi dan pengembangan produk diarahkan untuk memperbesar penetrasi pasar secara signifikan.
Dengan tiga pabrik baru yang beroperasi atau segera beroperasi pada semester II-2026, CLEO memiliki ruang yang lebih besar untuk memperbesar kapasitas sekaligus menjangkau konsumen di wilayah yang sebelumnya belum optimal. Perseroan pun optimistis berbagai strategi ini dapat menjaga momentum pertumbuhan dan membawa CLEO menutup tahun 2026 dengan kinerja positif serta pertumbuhan dua digit.
Ikuti DailyFX.ID
