— JAKARTA – Pemerintah China mengambil tindakan tegas dengan memecat dua perwira tinggi militer dari Tentara Pembebasan Rakyat dan Partai Komunis China (PKC). Sanksi ini dijatuhkan kepada Jenderal Zhang Youxia dan Jenderal Liu Zhenli.

Zhang Youxia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat, lembaga komando militer tertinggi di China yang berada di bawah kendali langsung Presiden Xi Jinping. Sementara itu, Liu Zhenli adalah anggota Komisi Militer Pusat yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Departemen Staf Gabungan.

Rentetan Pelanggaran dan Proses Hukum

Penyelidikan terhadap kedua jenderal ini telah berlangsung sejak Januari 2026 oleh Komisi Inspeksi Disiplin dan Pengawasan Komisi Militer Pusat. Pada akhir Agustus 2026, keduanya resmi dicopot dari struktur organisasi Komisi Militer Pusat sebelum akhirnya dipecat dari keanggotaan partai.

Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, kedua perwira tinggi tersebut dinilai melanggar aturan politik secara serius, membentuk kelompok atau faksi internal, serta menyalahgunakan wewenang jabatan untuk mengatur promosi jabatan dan memperoleh imbalan uang dalam jumlah besar. Mereka juga dianggap lalai dalam mengawasi kerabat serta staf terdekat.

Pihak berwenang menyatakan perkara ini melibatkan keterkaitan erat antara pelanggaran politik dan tindak pidana ekonomi dengan nilai kasus yang fantastis. Berkas dugaan tindak pidana keduanya kini telah dilimpahkan ke lembaga kejaksaan militer untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Implikasi Terhadap Kepemimpinan Militer China

Pemecatan Zhang Youxia dan Liu Zhenli berdampak signifikan pada peta kepemimpinan militer China. Komisi Militer Pusat kini hanya menyisakan dua orang pimpinan aktif, yaitu Presiden China Xi Jinping selaku Ketua dan Jenderal Zhang Shengmin sebagai wakil ketua kedua.

Keputusan tegas ini diumumkan hanya beberapa hari sebelum Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan diplomasi ke Amerika Serikat (AS) untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump, serta beberapa pekan menjelang pertemuan penting internal partai yang membahas tata kelola dan disiplin organisasi.

Langkah pembersihan di tubuh militer China ini menegaskan kembali komitmen Presiden Xi Jinping dalam mengikis praktik korupsi, yang sering ia sebut sebagai ancaman terbesar bagi keberlangsungan Partai Komunis China. Kampanye antikorupsi yang digalakkan sejak Xi menjabat telah menjaring ratusan ribu pejabat, mulai dari tingkat daerah hingga pimpinan tinggi negara.

Kasus yang menimpa Zhang Youxia menjadi sorotan khusus karena rekam jejaknya di dalam partai dan militer. Zhang merupakan salah satu perwira senior veteran yang memiliki pengalaman tempur langsung saat memimpin pasukan dalam konflik perbatasan dengan Vietnam pada dekade 1970-an dan 1980-an.

Pengalaman serta kedekatan historis keluarga Zhang dengan lingkaran inti partai sempat membuatnya dipandang sebagai sosok yang sangat berpengaruh dan loyalis kuat. Tindakan tanpa kompromi terhadap jenderal senior ini menggarisbawahi penerapan prinsip toleransi nol (zero tolerance) dalam penegakan disiplin militer Tiongkok, tanpa memandang rekam jejak maupun tingginya jabatan pelaku.