— Pemerintah Indonesia terus menyalurkan dukungan dan bantuan sosial bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) telah menyebabkan puluhan korban jiwa, ratusan ribu warga mengungsi, dan puluhan ribu rumah mengalami kerusakan.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjadi salah satu pihak yang menyerahkan bantuan logistik serta perangkat konektivitas untuk meringankan beban korban gempa di NTT. Bantuan tersebut mencakup 15 ton logistik dan 20 unit perangkat Starlink yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memulihkan konektivitas di wilayah terdampak bencana.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, secara langsung menyerahkan bantuan ini di Kantor Badan Penghubung Provinsi Nusa Tenggara Timur di Jakarta pada Sabtu (22/8/2026).

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa bantuan yang disalurkan Kemkomdigi merupakan wujud empati dan solidaritas untuk menguatkan masyarakat yang terdampak bencana. “Bantuan ini adalah ikhtiar kami untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kami yang menjadi korban gempa NTT,” ujar Meutya dalam keterangan persnya, dikutip Minggu (23/8/2026).

Bantuan logistik yang disalurkan mencakup beras, mi instan, air mineral, makanan dan susu, selimut, tikar, serta berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan lainnya, dengan total mencapai 15 ton. Selain itu, 20 perangkat Starlink diserahkan untuk mendukung kebutuhan komunikasi dan konektivitas di lokasi bencana, diharapkan dapat memperkuat koordinasi penanganan bencana dan menjaga masyarakat tetap terhubung selama proses pemulihan.

Meutya berharap bantuan ini dapat membantu proses penanganan bencana gempa NTT. “Setiap paket yang kami kirimkan bukan sekadar barang, tetapi titipan doa dan harapan agar saudara-saudara kami di NTT lekas bangkit,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk menggalang solidaritas dan kepedulian bagi korban gempa NTT, menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan adalah bukti kuatnya kebersamaan bangsa. “Pemerintah mengapresiasi setiap bentuk solidaritas masyarakat bagi saudara-saudara kita di NTT. Banyaknya doa dan bantuan untuk korban gempa yang dikirimkan menunjukkan semangat kemanusiaan dan gotong royong yang selalu hidup di tengah bangsa Indonesia,” tambah Meutya.

Selain bantuan logistik dan dukungan konektivitas, Meutya memastikan Kemkomdigi bersama penyedia layanan telekomunikasi terus berupaya memulihkan infrastruktur dan base transceiver station (BTS) yang terdampak gempa. Dari 812 site/BTS di 11 kabupaten/kota di NTT yang terdampak, seluruhnya telah berhasil dipulihkan dan beroperasi normal. “Sejak awal, kami memastikan percepatan penanganan site/BTS yang terdampak gempa NTT. Saat ini site/BTS yang mengalami gangguan 100 persen telah berhasil dipulihkan,” ungkap Meutya.

Solidaritas BAKTI Komdigi

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) Kemkomdigi, Fadhilah Mathar, juga menunjukkan dukungan melalui kehadiran BAKTI dalam acara malam doa bersama dan penggalangan donasi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa dan Pemuda (Himapen) Nagekeo Se-Jabodetabek di Jakarta, Jumat (21/8/2026). Dalam acara tersebut, BAKTI menyalurkan bantuan logistik untuk disalurkan di Flores, NTT.

“Suatu kebahagiaan untuk kami, bisa bersama-sama dengan Himapen dalam memberikan rasa simpati kami, rasa empati kami untuk saudara-saudara kita di Nagekeo, Flores, NTT. BAKTI sudah membangun di Nagekeo sekitar 157 akses internet, sayangnya sekarang ada sekitar 30-35 akses yang mati di sekolah, di puskesmas dan kantor desa, karena gempa. Kami pastikan akan pulih secepatnya,” ujar Fadhilah.

Fadhilah mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan solidaritas dan dukungan terhadap korban terdampak. “Sekali lagi, inisiasi dari masyarakat ini walaupun nilainya tidak besar tetapi ada solidaritas kita. Dan inilah yang membuat kita kuat. Kami, BAKTI selalu ada di sana, mungkin dari seluruh propinsi di Indonesia yang paling sering kami kunjungi itu NTT dan Papua. Tetapi paling banyak di NTT, ratusan kali kami ke sana,” tegas Fadhilah.

Solidaritas BSN

Bank Syariah Nasional (BSN) juga turut memberikan dukungan dengan mendirikan posko dapur umum yang menargetkan pembagian 10.000 paket makanan siap saji untuk 10.000 pengungsi, serta posko layanan kesehatan dan posko logistik.

Corporate Secretary Bank Syariah Nasional, Dody Agoeng, menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa warga NTT. Sebagai bentuk dukungan, BSN mendirikan posko dapur umum, layanan kesehatan, dan logistik di desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. “Kami turut merasakan duka dan prihatin atas musibah yang dialami saudara-saudara yang ada di Flores, NTT. Semoga bantuan dan solidaritas yang disalurkan dapat meringankan beban dan penderitaan yang sedang dialami oleh warga korban terdampak,” kata Dody.

Dody menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan bertepatan dengan perayaan milad pertama BSN. “Ini adalah ujian di tengah kegembiraan ada sebagian masyarakat yang justru tidak berada pada posisi yang sama, sehingga kita memilih kegiatan milad diisi dengan doa dan bantuan untuk mereka yang saat ini membutuhkan uluran kita,” ungkap Dody Agoeng mengenai latar belakang bantuan tersebut.