— JAKARTA – Pemulihan sistem kelistrikan di Flores pascagempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/08/2026) dinilai berlangsung relatif cepat. Peneliti Alpha Research, Ferdy Hasiman, menyoroti kesiapan yang ditunjukkan dalam menghadapi dampak bencana tersebut.

Sebanyak 11 gardu induk yang terdampak gempa dilaporkan kembali beroperasi dalam kurun waktu kurang dari 12 jam. Sementara itu, pasokan listrik untuk seluruh pelanggan yang sebelumnya terganggu, telah sepenuhnya normal pada 18 Agustus 2026.

Ferdy menjelaskan bahwa gempa bumi tersebut memang menimbulkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur kelistrikan, termasuk transformator dan jaringan kabel di beberapa lokasi. Proses perbaikan ini turut dihadapkan pada tantangan berupa gempa susulan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

“Memang tidak bisa dibantah, akibat gempa ada infrastruktur seperti trafo dan kabel listrik di beberapa tempat yang mengalami kerusakan. Itu menyebabkan kesulitan tersendiri dalam penanganan kelistrikan,” ujarnya.

Menurut Ferdy, kondisi tersebut mengharuskan proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan tetap memprioritaskan keselamatan petugas di lapangan. Meskipun menghadapi sejumlah kendala, ia mengapresiasi bahwa pelayanan kelistrikan di Flores secara umum dapat dipulihkan dalam waktu yang relatif singkat.

“Belum ada keluhan yang berarti terkait pelayanan kelistrikan di seluruh Flores di tengah bencana,” imbuhnya.

Ia menekankan bahwa pemulihan pasokan listrik memegang peranan krusial karena listrik menopang berbagai kebutuhan esensial masyarakat selama masa tanggap darurat. Kebutuhan tersebut meliputi sarana komunikasi, pelayanan kesehatan, hingga operasional posko pengungsian.

Lebih lanjut, Ferdy menegaskan pentingnya menjaga pasokan listrik ke fasilitas-fasilitas vital agar tetap terjaga. Fasilitas tersebut mencakup rumah sakit, bandara, posko bencana, dan lokasi pengungsian.

“Prioritas pelayanan kelistrikan untuk fasilitas vital, seperti rumah sakit, posko bencana, bandara, dan tempat pengungsian sangat penting,” kata Ferdy.

Wilayah yang terdampak cukup berat, seperti Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo, dilaporkan telah kembali memperoleh pasokan listrik. Sejumlah fasilitas kesehatan vital, termasuk Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng dan RS Bajawa, juga menjadi bagian dari layanan yang memerlukan keandalan pasokan listrik selama penanganan bencana.

Ferdy menilai pengalaman pemulihan pascagempa ini menjadi bukti pentingnya kesiapan sistem kelistrikan dalam menghadapi bencana. Kesiapan ini mencakup aspek personel, infrastruktur, hingga kecepatan respons terhadap gangguan yang terjadi.

“Pemulihan kelistrikan bukan hanya soal perbaikan infrastruktur. Dalam situasi bencana, listrik memastikan rumah sakit, posko bencana, fasilitas umum, dan aktivitas masyarakat dapat terus berjalan,” ucapnya.