— Organisasi konservasi lingkungan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia memberikan apresiasi kepada Eiger Nature atas inisiatif restorasi lahan kritis seluas 73,23 hektare di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Langkah ini dinilai sebagai contoh nyata peran aktif sektor swasta dalam memadukan konsep wisata alam dengan pemulihan ekosistem yang berkelanjutan.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan lapangan yang dihadiri oleh 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Friends of Indonesia dan menjadi catatan penting menjelang pembukaan resmi destinasi wisata berbasis lingkungan tersebut.

Kolaborasi Swasta dan Pemulihan Ekosistem

Sebelum dikembangkan menjadi destinasi wisata, lahan seluas 73,23 hektare di kawasan Puncak ini merupakan area perkebunan teh terlantar milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional yang telah mengalami degradasi dan menjadi lahan kritis. Eiger Nature kemudian melakukan proses restorasi bertahap selama bertahun-tahun untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan tersebut.

CEO WWF Indonesia, Aditya Bayunanda, menyoroti pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup serta mendukung pembiayaan keberlanjutan kawasan konservasi. “Hal menarik dari Eiger Nature adalah bagaimana sektor swasta bisa menjalankan usaha sekaligus mengambil peran aktif dalam menjaga alam, serta tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Model yang dibangun bersama pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi ini memiliki potensi besar, termasuk dalam mendukung pembiayaan pemeliharaan kawasan taman nasional,” ungkap Aditya dalam keterangan resminya.

Mengintegrasikan Restorasi, Edukasi, dan Pemberdayaan Warga

Eiger Nature dirancang dengan konsep wisata berbasis alam terpadu yang memadukan empat pilar utama: restorasi lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati, edukasi publik, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Direktur Utama Eiger Nature, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa fokus utama Eiger Nature bukan sekadar menyuguhkan tempat rekreasi, melainkan memberikan edukasi mendalam bagi pengunjung mengenai pentingnya merawat dan memulihkan alam. “Kami melihat Eiger Nature sebagai sebuah perjalanan berkelanjutan yang baru saja dimulai. Pada fase awal ini, kami berkomitmen untuk membuka diri, belajar, mendengar, dan bertumbuh bersama. Kami percaya bahwa menghadirkan inisiatif yang berdampak nyata bagi alam dan masyarakat memerlukan kolaborasi serta sudut pandang dari berbagai pihak,” tutur Imanuel.

Melalui pendekatan ini, Eiger Nature diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran terbuka (outdoor learning) yang menginspirasi masyarakat luas untuk berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian alam.

Kawasan Puncak di Kabupaten Bogor memiliki peran ekologis yang krusial sebagai daerah resapan air (recharge area) dan penyangga hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung serta Cisadane. Namun, selama beberapa dekade terakhir, kawasan ini mengalami tekanan ekologis hebat akibat alih fungsi lahan (land-use change), pemukiman tak terkendali, serta terlantarnya bekas lahan perkebunan.

Kondisi lahan kritis yang tak terurus di kawasan resapan air meningkatkan risiko bencana ekologis, seperti erosi tanah, tanah longsor, hingga banjir kiriman ke kawasan hilir termasuk Jakarta. Oleh karena itu, upaya restorasi lahan kritis berbasis kolaborasi lintas sektor seperti yang dilakukan Eiger Nature melalui skema kemitraan ekowisata menjadi pendekatan solutif untuk mengembalikan fungsi hidrologis dan ekologis Puncak tanpa mengabaikan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.