DailyFX.ID — Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) mencatat kenaikan fantastis sebesar Rp 65.000 per gram dalam sepekan terakhir, mencapai Rp 2.740.000 per gram. Kenaikan ini berlaku untuk periode 17-22 Agustus 2026. Sementara itu, harga beli kembali atau buyback emas Antam pada Sabtu, 22 Agustus 2026, juga mengalami peningkatan sebesar Rp 15.000 menjadi Rp 2.600.000 per gram.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah (IDR) terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menunjukkan penguatan yang solid. Dalam sepekan terakhir, rupiah menguat 104 poin atau 0,58%, bergerak dari Rp 17.798 ke Rp 17.694 per dolar AS selama periode 17-21 Agustus 2026. Pada penutupan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, rupiah dibuka menguat 11 poin ke level Rp 17.737 dan ditutup menguat 54 poin ke level Rp 17.694 per dolar AS.
Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun diproyeksikan menguat di rentang Rp 17.640 hingga Rp 17.700 per dolar AS pada Senin, 24 Agustus 2026.
Sementara itu, harga emas perhiasan pada Minggu, 23 Agustus 2026, terpantau stabil di berbagai kadar karat. Calon pembeli dan investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau pergerakan harga agar dapat membuat keputusan investasi terbaik.
Untuk prospek harga emas Antam (ANTM) dalam sepekan ke depan, para pakar memproyeksikan pergerakan yang fluktuatif, dengan kisaran antara Rp 2.600.000 hingga Rp 2.864.000 per gram. Ibrahim Assuaibi melihat adanya risiko penurunan harga ke level support pertama Rp 2.726.000 per gram atau bahkan ke support kedua di Rp 2.600.000 per gram. Kendati demikian, Ibrahim juga memprediksi adanya peluang rebound hingga mencapai kisaran Rp 2.800.000 per gram.
Di pasar saham, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dinilai menarik untuk dicermati dalam perdagangan jangka pendek. Pengamat pasar modal, Hendra Wardana, mengungkapkan bahwa peluang pada kedua saham ini muncul seiring dengan membaiknya sentimen pasar saham domestik dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang lebih konstruktif. Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat menguat 3,5%, didukung oleh aksi beli bersih investor asing, penguatan rupiah, pertumbuhan kredit, serta perbaikan neraca pembayaran.
Ikuti DailyFX.ID
