DailyFX.ID — Emas digital menawarkan cara baru bagi investor untuk memiliki emas fisik melalui pencatatan elektronik, tanpa perlu repot menyimpan logam mulia secara langsung. Setiap gram emas digital yang dibeli didukung oleh emas fisik yang disimpan di lembaga penyimpanan terpercaya atau vault, sementara transaksi dan kepemilikannya dicatat secara elektronik pada sebuah platform.
Melalui platform seperti Pluang, investasi emas digital dapat dimulai dengan modal yang relatif kecil, bahkan dari Rp 10.000, dengan harga yang mengacu pada harga emas Antam. Investor memiliki fleksibilitas untuk membeli maupun menjual asetnya melalui aplikasi, serta dapat mengajukan pencetakan menjadi emas fisik jika jumlah gram yang dimiliki telah memenuhi ketentuan.
Secara konseptual, emas digital adalah representasi kepemilikan emas fisik dalam satuan gram yang dicatat secara elektronik. Karena aset fisiknya dikelola oleh penyedia layanan, investor tidak perlu bertanggung jawab untuk menyimpan emas batangan yang menjadi dasar kepemilikannya.
“Setiap gram emas digital didukung emas fisik nyata yang tersimpan di vault terakreditasi. Dengan demikian, saldo yang tercatat pada aplikasi bukan hanya angka virtual tanpa aset pendukung,” jelas Pluang dalam ulasannya.
Mekanisme ini sedikit berbeda dengan emas berbasis aset kripto, seperti PAXG dan XAUT. Meskipun keduanya juga disandarkan pada emas fisik, emas berbasis aset kripto memanfaatkan jaringan blockchain dalam mekanisme pencatatannya.
Tiga Lapisan Cara Kerja Emas Digital
Cara kerja emas digital pada dasarnya ditopang oleh tiga lapisan utama: penyimpanan emas fisik, pencatatan elektronik kepemilikan, dan mekanisme penetapan harga.
Pertama, emas fisik yang menjadi dasar atau backing saldo pengguna disimpan di lembaga penyimpanan berlisensi. Menurut Pluang, aset tersebut ditempatkan secara terpisah dari aset operasional penyedia layanan untuk menjaga keamanannya.
Kedua, setiap aktivitas beli dan jual dicatat secara elektronik sesuai dengan kepemilikan gram pada akun masing-masing pengguna. Pencatatan transaksi ini berlangsung secara real-time, memastikan akurasi data kepemilikan.
Ketiga, harga beli dan jual mengikuti pergerakan harga emas acuan. Di Indonesia, harga ini umumnya mengacu pada emas Antam dan diperbarui secara berkala, dengan memperhitungkan spread sebagai biaya layanan platform.
Pluang menyatakan bahwa layanan Emas Digital pada platformnya diselenggarakan oleh PT Pluang Emas Sejahtera, yang berizin dan diawasi oleh Bappebti untuk membeli, menyimpan, serta mengelola emas fisik yang mewakili kepemilikan pengguna. Emas yang menjadi dasar saldo berasal dari emas bersertifikat Antam. Platform emas digital umumnya juga bekerja sama dengan lembaga kliring pihak ketiga yang independen untuk memastikan proses transaksi dapat tercatat dan diaudit.
Mengapa Harga Emas Digital Bisa Berbeda?
Meskipun mengacu pada harga emas yang sama, harga beli dan jual emas digital dapat bervariasi antara satu platform dengan platform lainnya. Pluang menjelaskan tiga faktor utama yang dapat menimbulkan perbedaan tersebut.
Pertama adalah spread atau selisih antara harga beli dan jual yang ditetapkan oleh masing-masing penyedia layanan sebagai bagian dari biaya operasional mereka.
Faktor kedua adalah frekuensi pembaruan harga. Sebagian platform memperbarui harga mendekati real-time, sementara penyedia lain menggunakan jadwal pembaruan tertentu.
Faktor ketiga berasal dari biaya transaksi tambahan. Beberapa penyedia dapat mengenakan biaya administrasi ataupun biaya pencetakan emas fisik dengan besaran yang berbeda, sehingga ketentuan masing-masing platform perlu dicermati sebelum bertransaksi rutin.
Sebagai ilustrasi, jika harga emas Antam meningkat dari sekitar Rp 1.553.000 per gram pada awal Januari 2025 menjadi sekitar Rp 2.501.000 per gram pada akhir Desember 2025, kenaikan tersebut setara dengan return sekitar 54,7% secara year to date (ytd). Namun, kinerja masa lalu tidak menjamin hasil yang sama pada masa mendatang.
Karena harga emas digital mengacu pada harga emas fisik, arah pergerakannya pada dasarnya mengikuti tren harga acuan. Hasil yang diterima investor dalam jangka pendek tetap dapat berbeda akibat spread dan biaya transaksi platform.
Emas Digital dan Emas Fisik: Apa Bedanya?
Emas digital dan emas fisik pada dasarnya sama-sama merepresentasikan kepemilikan emas. Perbedaan utamanya terletak pada bentuk pencatatan dan cara investor menyimpan serta mengelola aset tersebut.
Pada emas fisik, investor memegang dan bertanggung jawab menyimpan sendiri logam mulia yang dibeli. Sementara itu, pada emas digital, kepemilikan dicatat melalui platform, dan emas fisik yang menjadi dasarnya ditempatkan di lembaga penyimpanan.
Menurut Pluang, penggunaan emas digital bukan berarti kepemilikannya menjadi tidak berbasis aset nyata. Aspek yang perlu diperhatikan adalah apakah penyedia layanan memiliki izin serta emas pendukung benar-benar tersimpan di vault yang dapat diaudit.
Bagi investor yang membutuhkan emas dalam bentuk fisik, misalnya untuk mahar pernikahan atau koleksi, emas digital juga dapat dikonversi menjadi emas batangan setelah akumulasi gram memenuhi ketentuan pencetakan.
Manfaat Investasi Emas Digital
Salah satu karakteristik emas digital adalah kebutuhan modal awal yang relatif kecil. Pluang menyatakan pembelian dapat dimulai dari Rp 10.000, lebih rendah dibandingkan kebutuhan membeli emas fisik yang biasanya dimulai dari pecahan 0,5 gram.
Investor juga tidak perlu menanggung sendiri kebutuhan dan risiko penyimpanan fisik. Emas pendukung dikelola di vault berlisensi sehingga pengguna tidak perlu menyediakan brankas maupun safe deposit box.
Dari sisi likuiditas, saldo emas digital dapat dijual melalui aplikasi tanpa perlu mendatangi gerai fisik. Fasilitas ini memungkinkan investor mencairkan sebagian atau seluruh kepemilikannya sesuai mekanisme platform.
Emas digital juga dapat digunakan untuk pola investasi rutin. Pluang menyediakan fitur Auto Invest atau Recurring yang memungkinkan pembelian otomatis dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA).
Strategi ini memungkinkan investor membeli emas secara berkala dengan nominal dan jadwal tertentu tanpa harus terus berupaya menentukan waktu terbaik untuk masuk ke pasar.
Selain tetap berbentuk saldo elektronik, akumulasi emas digital dapat diajukan untuk dicetak menjadi emas batangan bersertifikat Antam setelah jumlah gram memenuhi persyaratan yang berlaku.
Risiko Emas Digital Tetap Perlu Diperhitungkan
Kemudahan akses tidak membuat emas digital terbebas dari risiko investasi. Salah satu risiko utama berasal dari fluktuasi harga pasar.
Harga emas dapat bergerak naik maupun turun sejalan dengan kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, serta pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS. Karena mengacu pada emas fisik, emas digital tetap terpapar perubahan harga tersebut.
Investor juga perlu memperhitungkan spread antara harga beli dan harga jual. Selisih ini menjadi biaya implisit yang dapat memengaruhi hasil investasi, terutama apabila emas dijual kembali dalam waktu relatif singkat setelah pembelian.
Risiko lain berkaitan dengan ketergantungan terhadap penyedia layanan. Sebab, emas fisik pendukung berada dalam penyimpanan dan pengelolaan pihak penyedia, sehingga status perizinan dan pengawasan regulator menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Ketentuan Pajak Perlu Dicermati
Pluang juga mengungkapkan aspek perpajakan emas. Aturan pajak emas fisik batangan berupa PPh Pasal 22 berdasarkan PMK Nomor 34 Tahun 2017 disebut pada dasarnya berlaku dalam transaksi jual-beli emas batangan bersertifikat, termasuk ketika saldo emas digital dicairkan menjadi bentuk fisik.
Adapun ketentuan pajak untuk jual-beli yang tetap berlangsung dalam bentuk saldo digital di aplikasi dapat berbeda sesuai regulasi serta kebijakan masing-masing platform.
Karena ketentuan perpajakan dapat berubah dan memiliki aspek teknis, Pluang menyarankan investor untuk memeriksa informasi resmi penyedia layanan atau berkonsultasi dengan konsultan pajak guna mengetahui ketentuan yang sesuai dengan transaksi masing-masing.
Siapa yang Cocok Menggunakan Emas Digital?
Emas digital dapat digunakan oleh berbagai profil investor. Salah satunya adalah investor pemula dengan modal terbatas yang ingin mulai memiliki emas tanpa harus menunggu dana dalam jumlah besar terkumpul.
Instrumen ini juga dapat dimanfaatkan oleh pekerja yang ingin membeli emas secara rutin menggunakan sebagian pendapatan bulanan. Fitur pembelian otomatis memungkinkan proses ini dilakukan tanpa harus mendatangi gerai setiap kali bertransaksi.
Investor yang mengutamakan likuiditas juga dapat memanfaatkan mekanisme jual melalui aplikasi. Sebagian atau seluruh saldo bisa dicairkan tanpa proses penjualan emas fisik secara langsung.
Selain itu, emas digital dapat digunakan sebagai bagian dari diversifikasi portofolio bersama instrumen lain seperti saham atau reksa dana. Pecahan pembelian yang kecil memungkinkan investor mengalokasikan dana ke emas tanpa membutuhkan modal besar.
Cara Memulai Investasi Emas Digital
Untuk memulai investasi emas digital, tahap pertama adalah mengunduh aplikasi Pluang dan membuat akun. Pengguna dapat melakukan pendaftaran menggunakan nomor telepon seluler atau alamat email, kemudian melengkapi data pribadi.
Tahap berikutnya adalah menyelesaikan proses verifikasi electronic Know Your Customer (e-KYC). Pengguna diminta mengunggah KTP dan foto selfie untuk proses verifikasi identitas sesuai ketentuan regulator.
Setelah akun terverifikasi, pengguna dapat mengisi saldo melalui transfer bank, virtual account, atau metode pembayaran lain yang tersedia di aplikasi.
Pengguna kemudian dapat membuka menu Emas Digital dan memantau harga yang mengacu pada harga emas Antam sebelum melakukan transaksi.
Selanjutnya, tentukan nominal pembelian. Pluang menyebut pembelian dapat dimulai dari Rp 10.000 atau setara sekitar 0,01 gram sesuai harga yang berlaku saat transaksi.
Setelah transaksi dikonfirmasi, saldo emas digital akan bertambah pada akun pengguna dan didukung oleh emas fisik yang disimpan di vault berlisensi.
Investor yang ingin membeli secara rutin juga dapat mengaktifkan fitur Auto Invest atau Recurring. Nominal dan jadwal pembelian dapat ditentukan agar transaksi berlangsung secara otomatis.
Apabila kemudian ingin memiliki bentuk fisiknya, pengguna dapat mengajukan pencetakan saldo menjadi emas batangan bersertifikat Antam setelah akumulasi gram memenuhi ketentuan yang berlaku pada aplikasi.
Ikuti DailyFX.ID
