— Peluncuran Reksa Dana Syariah BRI-MI Gold ETF Syariah dengan kode efek XDES di Bursa Efek Indonesia (BEI) menandai era baru dalam pasar modal Indonesia. Kehadiran Exchange Traded Fund (ETF) Emas pertama di Indonesia ini menunjukkan semakin terintegrasinya ekosistem pasar modal dengan ekosistem bullion nasional.

BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) sebagai salah satu manajer investasi yang berpartisipasi dalam peluncuran ini menghadirkan BRI-MI Gold ETF Syariah (XDES). Produk ini mengelola aset berupa Electronic Gold Receipt (EGR) yang didukung oleh emas fisik dengan tingkat kemurnian yang memenuhi standar Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun London Bullion Market Association (LBMA).

Direktur Utama BRI Manajemen Investasi, Arief Budiman, menyatakan bahwa kehadiran BRI-MI Gold ETF Syariah merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menyediakan alternatif investasi yang menjawab perkembangan kebutuhan investor. Inovasi ini juga diharapkan mendukung pendalaman pasar modal Indonesia.

“BRI-MI menyambut baik hadirnya ETF Emas sebagai inovasi baru di pasar modal Indonesia. Melalui BRI-MI Gold ETF Syariah, investor dapat memperoleh eksposur terhadap aset emas melalui mekanisme pasar modal yang transparan dan terintegrasi dengan ekosistem bullion nasional,” ujar Arief dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2026).

Transparansi menjadi salah satu prinsip utama dalam pengelolaan ETF. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, aset emas dalam ETF memiliki mekanisme audit secara berkala. “Dari sisi pengelolaan, emas yang menjadi underlying asset direpresentasikan melalui Electronic Gold Receipt dan didukung oleh emas fisik yang disimpan dalam vault. Hal ini memberikan transparansi terhadap aset dasar yang menjadi underlying produk,” tambah Arief.

Kolaborasi Positif untuk Inovasi

ETF Emas yang diluncurkan ini merupakan hasil kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organizations (SRO), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bullion bank, dewan pengawas syariah, serta pelaku industri pasar modal lainnya.

Melalui ekosistem yang terjalin, emas fisik menjadi aset dasar yang kemudian direpresentasikan secara elektronik melalui Electronic Gold Receipt (EGR) yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Selanjutnya, unit penyertaan ETF Emas dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Berbeda dengan investasi emas fisik yang membutuhkan proses penyimpanan dan transaksi secara langsung, ETF Emas memberikan akses kepada investor untuk memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di BEI. Mekanisme penyimpanan emas fisik dalam vault dan representasi elektronik melalui EGR mendukung keamanan dan transparansi pengelolaan aset ETF Emas.

Produk ini dikelola sesuai dengan prinsip dan ketentuan syariah serta diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah. Pengelolaannya selaras dengan Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/XI/2024 tentang Exchange Traded Fund (ETF) Syariah Emas, yang menjadi landasan kesesuaian produk dengan prinsip syariah.

Peluncuran ETF Emas juga bertujuan memperluas pilihan instrumen investasi di pasar modal Indonesia. Dengan karakteristik yang dapat diperdagangkan di bursa, ETF Emas menawarkan alternatif bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur emas dalam portofolio pasar modal.

Kehadiran instrumen ini memperkuat konektivitas antara pasar modal dan ekosistem bullion nasional. Integrasi ini diharapkan mendukung pengembangan infrastruktur pasar keuangan dan menciptakan pilihan investasi yang semakin beragam bagi masyarakat.

Dalam jangka panjang, emas dapat menjadi alternatif aset dalam strategi diversifikasi portofolio. Namun, seperti instrumen investasi pasar modal lainnya, ETF Emas memiliki risiko fluktuasi harga yang perlu dipahami investor.

“Investor tetap perlu memahami karakteristik dan risiko setiap instrumen sebelum melakukan investasi. Portofolio investasi idealnya disesuaikan dengan tujuan investasi, jangka waktu, serta tingkat risiko yang dapat diterima oleh masing-masing investor,” papar Arief.

Peluncuran ETF Emas pada HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, Senin (10/8/2026), mengusung semangat “Transformasi Berkelanjutan untuk Pasar Modal Terpercaya dan Tangguh”. Momen ini menjadi milestone baru dalam pengembangan pasar keuangan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.