— Analis profesional memprediksi harga emas akan mengalami kenaikan signifikan pada tahun ini. Survei terbaru yang diterbitkan oleh London Bullion Market Association (LBMA) terhadap 16 ahli strategi komoditas menunjukkan pandangan yang optimis terhadap pergerakan logam mulia tersebut.

Julia Du, seorang ahli strategi komoditas di ICBC Standard Bank, menyampaikan pandangan paling optimistis. Ia memproyeksikan harga emas dapat menembus level US$ 7.150 per troy ounce pada tahun ini, dengan rata-rata harga tahunan diprediksi mencapai US$ 6.050 per troy ounce. Du juga memperkirakan level support emas akan berada di angka US$ 4.100 per troy ounce.

“Saya memperkirakan tahun 2026 akan menjadi tahun dengan risiko geopolitik yang meningkat dan permintaan yang kuat terhadap aset safe-haven, sehingga memungkinkan emas untuk melanjutkan tren yang fluktuatif namun cenderung naik. Bank sentral kemungkinan akan terus menambah cadangan mereka, investor institusional akan meningkatkan alokasi portofolio, dan permintaan ritel terutama di Amerika Latin diperkirakan tetap kuat. Ditambah dengan pemangkasan suku bunga The Fed yang berkelanjutan, faktor-faktor ini mendukung sentimen bullish (harga emas),” ujar Julian Du dalam analisisnya.

Sementara itu, Robin Bhar, pendiri Robin Bhar Metals Consulting, memberikan perkiraan yang lebih konservatif. Ia memprediksi rata-rata harga emas tahun ini berkisar di angka US$ 4.000 per troy ounce. Level support yang ia lihat berada di US$ 3.500 per troy ounce, dengan potensi harga puncak di US$ 5.000 per troy ounce.

“Kombinasi berbagai faktor yang sangat kuat memberikan dorongan besar bagi harga emas,” kata Bhar. Ia menambahkan, “Ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya ketidakpastian politik, termasuk kekhawatiran mengenai independensi The Fed, akan memastikan emas tetap menjadi aset vital sebagai sarana lindung nilai. Risiko geopolitik terus memanas di berbagai titik konflik, yang menambah risiko inflasi serta mempertahankan permintaan emas sebagai aset safe-haven.”

Alexander Zumpfe, seorang pedagang logam mulia di Heraeus, memproyeksikan level support terendah di angka US$ 3.450, namun memperkirakan harga emas bisa mencapai puncaknya di US$ 5.200 per troy ounce tahun ini.

Survei LBMA yang dilakukan pada Juli 2026 juga menunjukkan proyeksi rata-rata harga emas selama tujuh bulan pertama tahun 2026 berada di kisaran US$ 4.595,75. Angka ini lebih rendah sekitar US$ 135 dibandingkan rata-rata prediksi untuk keseluruhan tahun yang disurvei pada bulan Januari oleh 28 analis profesional LBMA.

Dari 16 responden survei, isu Iran menjadi perhatian utama bagi lima analis. Satu responden berfokus pada minat berkelanjutan bank sentral terhadap emas, sementara sisanya menyoroti kebijakan The Fed dan respons terhadap angka inflasi Amerika Serikat sebagai faktor kunci pergerakan harga emas.