— Harga emas mengalami lonjakan signifikan, menembus level psikologis US$ 4.500 per ons troi pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Kenaikan lebih dari 4% ini membawa emas ke level tertinggi sejak Mei 2026 dan kini menghadapi sejumlah level teknikal penting yang berpotensi menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Harga emas di pasar spot tercatat melonjak 4,35% menjadi US$ 4.523,03 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 3,62% menjadi US$ 4.580,75 per ons troi. Pada Kamis pagi (20/8/2026), harga emas hari ini sedikit melemah 0,14% ke US$ 4.517,05 per ons troi, namun kontrak berjangka emas AS terpantau menguat 0,58% ke US$ 4.571,66 per ons troi.

Penguatan emas ini dipicu oleh pengumuman Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengenai peningkatan operasi pembelian kembali surat utang pemerintah bertenor panjang. Langkah tersebut berhasil menurunkan imbal hasil Treasury AS dan menekan dolar AS ke level terlemah dalam tiga bulan terakhir.

Target Berikutnya dan Level Kunci

Lonjakan harga emas kini membawa logam mulia ini mendekati level teknikal berikutnya yang krusial. James Dima dari StoneX mengidentifikasi rata-rata pergerakan 50 pekan pada kontrak emas berjangka Desember berada di kisaran US$ 4.540 per ons troi. Level ini menjadi penting karena sebelumnya harga emas sempat menembus ke bawah rata-rata pergerakan tersebut pada Mei lalu.

Oleh karena itu, pergerakan emas di atas US$ 4.540 pada perdagangan harian belum sepenuhnya dianggap sebagai konfirmasi. Pasar masih menanti apakah emas mampu bertahan di atas level tersebut hingga penutupan mingguan.

Jika mampu melewati US$ 4.540, Dima memperkirakan emas akan menghadapi level teknikal yang lebih tinggi, yaitu rata-rata pergerakan 200 hari yang berada di sekitar US$ 4.625 per ons troi. Penutupan di atas level ini berpotensi kembali menarik minat beli baru ke pasar.

Sebelumnya, Ole Hansen dari Saxo Bank juga menekankan US$ 4.500 per ons troi sebagai level penting. Ia berpendapat bahwa penembusan US$ 4.500 dapat membuka peluang bagi emas untuk menguji kembali US$ 5.000 per ons troi sebelum akhir tahun. Namun, proyeksi ini bergantung pada sejumlah kondisi, termasuk meredanya konflik Iran dan tekanan inflasi.

Dengan emas yang kini telah berhasil menembus US$ 4.500, perhatian pasar kini tertuju pada kemampuan harga untuk mempertahankan level tersebut dan melewati rintangan teknikal berikutnya.