DailyFX.ID — Analis menilai emas akan terus memainkan peran penting dalam portofolio investasi yang terdiversifikasi. Minat investor terhadap logam mulia ini kembali menguat seiring kenaikan harga ke level US$ 4.600 per troy ounce.
Para analis di Société Générale menyatakan tetap optimis pada emas. Mereka memandang logam mulia ini sebagai salah satu dari tujuh aset yang dapat digunakan investor untuk melakukan lindung nilai (hedging) terhadap risiko inflasi.
Menurut para analis Société Générale, gelombang baru tarif Amerika Serikat, percepatan investasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan infrastruktur, harga minyak yang fluktuatif, serta defisit pemerintah yang terus melonjak di berbagai negara maju, mengarah pada lingkungan jangka menengah yang lebih inflasioner.
Pada saat yang sama, bank tersebut menyebutkan bahwa ekspektasi pasar saat ini terhadap Federal Reserve diperkirakan tidak sepenuhnya mencerminkan risiko-risiko tersebut. “Mengingat sebagian besar penyesuaian kebijakan ketat (hawkish) telah tercermin dalam pasar keuangan, risiko penurunan harga emas tampaknya semakin terbatas,” ujar para analis tersebut.
Société Générale juga menyoroti permintaan yang kuat dari bank sentral sebagai sumber dukungan yang semakin penting bagi harga emas. China terus menambah cadangan emasnya, sementara diversifikasi cadangan yang lebih luas tetap menjadi prioritas struktural bagi banyak bank sentral di pasar negara berkembang.
“Seiring meredupnya permintaan spekulatif dan tetap kuatnya pembelian oleh sektor resmi, bank sentral semakin menjadi penopang utama bagi pasar emas,” beber mereka.
Société Générale juga mengaitkan peran emas dalam portofolio dengan risiko geopolitik yang lebih luas, yang berpotensi menjaga harga komoditas dan biaya rantai pasok tetap tinggi. Bank tersebut mencatat bahwa kembali memanasnya hubungan AS-Iran serta ketegangan di sekitar Selat Hormuz telah meningkatkan premi risiko geopolitik dalam pasar minyak.
Bahkan tanpa gangguan pasokan besar-besaran, para analis menyebutkan bahwa perubahan rute pelayaran, pemulihan stok, dan upaya diversifikasi rantai pasok dapat menjaga biaya tetap tinggi secara struktural.
Namun, para analis juga mengingatkan, “emas sebaiknya tidak dipandang sebagai satu-satunya lindung nilai inflasi dalam portofolio”. Sebaliknya, menurut Société Générale, emas memainkan peran yang berbeda dalam strategi lebih luas yang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai potensi ketidakstabilan.
Ikuti DailyFX.ID
