DailyFX.ID — JAKARTA – ETF obligasi Treasury jangka panjang Amerika Serikat (AS) terbesar, iShares 20+ Year Treasury Bond ETF (TLT), mencatatkan rekor terendah sepanjang sejarah. Penurunan ini terjadi akibat tekanan kenaikan suku bunga, inflasi yang bertahan tinggi, dan kekhawatiran terhadap peningkatan penerbitan utang pemerintah AS.
Head of Research Pluang, Jason Gozali, menilai anjloknya aset yang selama ini dianggap paling aman di dunia tersebut menjadi pengingat bahwa risiko pasar dapat muncul bahkan pada aset berpendapatan tetap. Dalam konteks tersebut, emas dan bitcoin (BTC) kembali menjadi perhatian sebagai alternatif diversifikasi.
TLT yang dikelola BlackRock anjlok 1,6% ke level US$ 80,46, posisi terendah sepanjang sejarah. ETF tersebut telah kehilangan lebih dari separuh nilainya sejak mencapai puncak pada 2020.
Tekanan terhadap TLT mencerminkan tantangan yang dihadapi pemegang obligasi jangka panjang saat ini. Kenaikan suku bunga dan inflasi yang tinggi secara bersamaan mengurangi nilai riil instrumen pendapatan tetap, sehingga harga obligasi turun, sementara imbal hasil (yield) meningkat.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa risiko durasi menjadi faktor penting dalam kinerja portofolio obligasi,” kata Jason di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Meskipun kupon obligasi memberikan sebagian perlindungan terhadap penurunan harga, obligasi dengan tenor panjang tetap menghadapi tekanan lebih besar dibandingkan instrumen dengan durasi lebih pendek.
Bagi investor yang selama ini menganggap Treasury AS jangka panjang sebagai aset aman secara otomatis, pergerakan TLT menjadi pengingat bahwa volatilitas harga tetap dapat terjadi.
“Keruntuhan aset yang dulu dianggap paling aman di dunia ini menjadi konfirmasi kuat argumen diversifikasi ke aset di luar sistem fiat konvensional,” ujar dia.
Pluang mempertahankan target harga emas sebesar US$ 5.200 dalam 12 bulan ke depan, serta target harga bitcoin (BTC) sebesar US$ 100.000 dalam periode yang sama.
Pandangan tersebut didasarkan pada meningkatnya perhatian terhadap diversifikasi aset di luar instrumen tradisional, terutama ketika tekanan terhadap obligasi pemerintah AS kembali menjadi sorotan pasar.
Ikuti DailyFX.ID
