DailyFX.ID — Generasi Z (Gen Z) kini mendominasi seperempat populasi Indonesia dan menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan. Dengan usia kelahiran antara 1997 hingga 2012, kelompok demografis ini, yang pada 2025 akan berusia 13–28 tahun, berjumlah 70,97 juta jiwa atau 24,93% dari total penduduk Indonesia. Potensi pasar mereka bagi industri asuransi sangat besar, namun karakteristik unik dan tantangan finansial yang mereka hadapi menuntut perubahan strategi dari para pelaku industri.
Laporan IFG Progress berjudul “Gen Z Insurance Opportunity: High Potential but Challenging Conversion” menggarisbawahi bahwa Gen Z telah menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi saat ini dan penentu arah pertumbuhan industri di masa mendatang. Peningkatan partisipasi mereka dalam angkatan kerja produktif serta peran signifikan dalam pengambilan keputusan keuangan menjadikan mereka segmen yang strategis.
Namun, Gen Z dikenal sebagai segmen yang sangat selektif dalam memilih produk, terutama karena mereka masih menghadapi tekanan finansial. Faktor-faktor seperti keterjangkauan (affordability), fleksibilitas, relevansi manfaat, dan value for money menjadi kunci utama untuk menarik minat mereka. Sebagai ‘digital native’, Gen Z sangat mengandalkan kanal digital, media sosial, serta rekomendasi dari keluarga dan teman (social validation) dalam mencari informasi hingga melakukan pembelian produk.
Dari sisi manfaat produk, Gen Z cenderung menyukai hal-hal yang konkret dan relevan dengan gaya hidup mereka saat ini. Perlindungan di bidang kesehatan preventif, kesehatan mental, hingga wellness menjadi prioritas. “Preferensi Gen Z juga cenderung mengarah pada produk dengan manfaat yang konkret dan dekat dengan kebutuhan saat ini, terutama kesehatan dan wellness, sehingga memberikan ruang bagi industri untuk mengembangkan perlindungan kesehatan yang lebih luas, termasuk kesehatan preventif, kesehatan mental, dan dukungan terhadap gaya hidup sehat,” ungkap IFG Progress.
IFG Progress juga mencatat bahwa rendahnya penetrasi asuransi di kalangan Gen Z tidak hanya disebabkan oleh masalah literasi atau finansial. Kompleksitas produk, persepsi bahwa mereka belum membutuhkan asuransi (low perceived need), keterbatasan akses, dan keberadaan BPJS Kesehatan turut memengaruhi keputusan mereka. Banyak dari Gen Z merasa perlindungan dasar sudah tercukupi oleh BPJS.
Untuk memaksimalkan potensi pasar yang ada, IFG Progress merekomendasikan tiga langkah strategis bagi perusahaan asuransi. Pertama, perusahaan perlu memposisikan produk asuransi sebagai pelengkap BPJS, bukan sebagai pengganti. Ini berarti menawarkan manfaat tambahan pada area kebutuhan yang belum sepenuhnya tercakup atau masih menimbulkan pengeluaran pribadi (out-of-pocket exposure).
Kedua, desain produk harus diarahkan pada perlindungan yang modular, terjangkau (affordable), dan fleksibel sesuai dengan tahapan kehidupan (life stage) Gen Z. Cakupan perlindungan dapat berkembang seiring perubahan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka. Contohnya, untuk mahasiswa atau lulusan baru (fresh graduate), fokus bisa pada asuransi kecelakaan, perjalanan, atau asuransi kesehatan mikro (micro-health insurance). Bagi mereka yang baru memulai karier (early career), asuransi kesehatan tambahan (supplementary health insurance) atau asuransi berjangka (term life) bisa ditawarkan. Sementara itu, untuk keluarga muda (young family), perlindungan kesehatan, penyakit kritis (critical illness), jiwa, dan keluarga menjadi prioritas.
Ketiga, kanal digital perlu dioptimalkan untuk mendukung proses penemuan produk (discovery), perbandingan (comparison), pembelian (purchase), dan kemudahan (convenience). Namun, ini tidak berarti peran interaksi manusia dan validasi sosial (social validation) dalam proses konsultasi (advisory) harus ditinggalkan. IFG Progress menekankan pentingnya kemudahan proses klaim sebagai bukti nyata layanan perusahaan asuransi. “Pengalaman klaim perlu ditempatkan sebagai bagian inti dari strategi membangun kepercayaan, karena proses klaim yang sederhana, transparan, dan konsisten dapat menjadi bukti nyata atas kredibilitas dan kualitas layanan perusahaan,” demikian jelas IFG Progress.
Ikuti DailyFX.ID
