DailyFX.ID — Lima berita ekonomi paling populer hingga Jumat (25/9/2026) mencakup kinerja keuangan perusahaan hingga tren investasi generasi muda. PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) mencatatkan kenaikan pendapatan bersih di semester I-2026, sementara PT Pukul Rata Kanan mengumumkan penawaran tender sukarela atas saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK).
PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP), pemilik jaringan gerai ayam goreng CFC Indonesia, melaporkan pendapatan bersih atau omzet sebesar Rp 385,83 miliar sepanjang semester I-2026. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 368,81 miliar. Pendapatan terbesar disumbang oleh California Fried Chicken (CFC) dengan Rp 361 miliar, naik dari Rp 343,08 miliar pada semester I-2025.
Investor Kripto Bidik Kendali TRUK
Di sisi lain, perusahaan investor kripto Gabriel Rey, PT Pukul Rata Kanan, mengumumkan penawaran tender sukarela atas saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK). Perusahaan tersebut menawarkan tender sukarela untuk sebanyak 65.250.000 lembar saham TRUK, yang setara dengan 15% dari total saham, dengan harga Rp 740 per saham. Nilai total penawaran ini diperkirakan mencapai Rp 48.285.000.000. Harga penawaran tersebut jauh di bawah harga saham TRUK di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) per Jumat siang, yang telah menyentuh Rp 2.580 per saham.
Babak Baru Rights Issue Grup Bakrie
Sementara itu, emiten migas Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), memasuki babak baru dalam rencana aksi rights issue. Perseroan telah menerima surat pemberitahuan efektif atas Pernyataan Pendaftaran PMHMETD IV dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 24 September 2026. ENRG akan melakukan penawaran umum terbatas kepada pemegang saham untuk membeli sebanyak 13.282.271.875 saham baru seri B dengan harga Rp 310 per saham.
Dividen BBCA Didorong Laba Melesat
Kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan peningkatan signifikan pada Agustus 2026, yang berpotensi mendorong kenaikan laba bersih dan dividen. Target saham BBCA masih menarik bagi sekuritas lokal maupun global. UOB Kay Hian Sekuritas mencatat margin bunga bersih (NIM) BBCA menguat menjadi 5,7% pada Agustus 2026, naik dari 5,3% pada semester I. Hal ini didukung oleh kenaikan yield kredit korporasi menjadi 7,4% dari sebelumnya 6,7-6,8%. Broker ini mempertahankan rekomendasi buy saham BBCA dengan target harga yang menawarkan potensi kenaikan 30%.
Gen Z Pilih Investasi Lebih Waras
Tren investasi juga menunjukkan pergeseran pada generasi muda. Konsep Joy of Missing Out (JOMO) mulai mendapatkan tempat sebagai tandingan dari Fear of Missing Out (FOMO). JOMO menggambarkan pola pikir di mana seseorang merasa nyaman mengambil jeda dari tren atau tekanan sosial, lalu memilih keputusan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai personal. Perubahan ini relevan dalam pengambilan keputusan finansial, di mana generasi muda mulai memilih investasi secara lebih sadar dan tidak sekadar mengikuti tren yang ramai di media sosial.
Ikuti DailyFX.ID
