— PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) secara resmi menggelar aksi korporasi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue yang ditargetkan meraup dana maksimal Rp 4,1 triliun. Dana yang terkumpul akan difokuskan untuk ekspansi serta penguatan infrastruktur aset minyak dan gas bumi (migas) perseroan.

Dalam aksi korporasi ini, ENRG menawarkan sebanyak 13,28 miliar saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp 310 per saham, dengan rasio Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebesar 2:1. Ini berarti, setiap pemegang 2 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 6 Oktober 2026 berhak memperoleh 1 HMETD untuk membeli saham baru ENRG.

Untuk menjamin penyerapan saham baru, PT Bakrie Kalila Investment (BKI) dan PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) telah menyatakan komitmen sebagai pembeli siaga (standby buyer) atas saham yang tidak dieksekusi oleh pemegang saham publik. Berdasarkan prospektus ringkas perseroan, tanggal efektif rights issue ENRG ditetapkan pada 24 September 2026. Sementara itu, periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung pada 8-21 Oktober 2026.

Investor yang tidak menggunakan haknya dalam aksi korporasi ini akan menghadapi potensi dilusi kepemilikan maksimal sebesar 33,33%. Meskipun terjadi penambahan saham, rights issue ini tidak mengubah posisi pengendali ENRG. Perseroan tetap dikendalikan secara bersama oleh PT Shima Global Kapital dan PT Bakrie Kalila.

ENRG akan menggunakan seluruh dana bersih hasil rights issue untuk disalurkan sebagai pinjaman kepada anak-anak usaha guna membiayai kegiatan produktif. Alokasi terbesar, yakni 54,83% dari dana bersih, akan diberikan kepada EMP Bentu. Dana tersebut akan digunakan untuk kegiatan pengeboran sembilan sumur pengembangan serta pembangunan fasilitas pipa penyaluran gas. Penggunaan dana ini menunjukkan fokus perseroan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat infrastruktur penunjang bisnis gas.

Dengan tambahan pendanaan tersebut, ENRG memiliki ruang untuk melanjutkan pengembangan aset migas yang dimiliki melalui anak usahanya. Ekspansi ini dilakukan di tengah pertumbuhan kinerja keuangan ENRG. Pada kuartal I-2026, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar US$ 136,93 juta, meningkat 17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan terutama ditopang oleh meningkatnya harga jual rata-rata minyak mentah yang mencapai US$ 87,36 per barel.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, ENRG membukukan laba bersih sebesar US$ 18,31 juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026. Dari sisi neraca, total aset ENRG per 31 Maret 2026 mencapai US$ 1,86 miliar. Sementara itu, total liabilitas tercatat sebesar US$ 1,02 miliar, dengan ekuitas mencapai US$ 841,3 juta.

Adapun jadwal pelaksanaan PMHMETD IV ENRG dimulai dengan cum HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 2 Oktober 2026, sedangkan ex HMETD berlangsung pada 5 Oktober 2026. Untuk pasar tunai, cum HMETD ditetapkan pada 6 Oktober 2026 dan ex HMETD pada 7 Oktober 2026. Sementara recording date jatuh pada 6 Oktober 2026.

Selanjutnya, perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 8-21 Oktober 2026, dengan batas terakhir pembayaran saham tambahan pada 23 Oktober 2026. Penjatahan dijadwalkan pada 26 Oktober 2026, sedangkan pembayaran oleh pembeli siaga akan dilakukan pada 27 Oktober 2026.