DailyFX.ID — Goldman Sachs kembali menunjukkan pandangan optimistis terhadap prospek harga emas. Bank investasi asal Amerika Serikat ini memproyeksikan harga emas berpotensi menembus level US$ 4.900 per ons troi pada akhir 2026, seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap opsi bullish emas.
Dalam catatannya pada Jumat (21/8/2026), Goldman Sachs menyatakan bahwa kenaikan permintaan dari investor Barat, ditambah dengan pembelian emas yang tetap kuat oleh bank sentral, dapat mendorong harga emas menuju level strike opsi yang penting. Aktivitas lindung nilai (hedging) oleh dealer pada level tersebut berpotensi memperbesar pergerakan harga.
“Permintaan call option emas telah meningkat tajam seiring kembali menguatnya kebutuhan terhadap lindung nilai kebijakan makro global, sehingga menciptakan penguat mekanis terhadap pergerakan harga, baik ke atas maupun ke bawah,” ujar Goldman Sachs seperti dikutip dari Reuters.
Mekanisme pasar opsi ini dapat memperkuat reli harga emas. Ketika harga emas mendekati level strike tertentu, dealer yang menjual call option dapat terdorong untuk membeli emas guna melakukan lindung nilai terhadap eksposur mereka. Pembelian ini kemudian berpotensi memperbesar kenaikan harga emas.
Namun, Goldman Sachs mengingatkan bahwa mekanisme yang sama dapat bekerja sebaliknya ketika harga terkoreksi. Jika harga emas turun, dealer dapat melepas posisi lindung nilai mereka, sehingga berpotensi memperdalam aksi jual.
Dengan demikian, tingginya aktivitas opsi dapat menjadi penguat pergerakan harga, baik saat emas mengalami kenaikan maupun penurunan.
Goldman Sachs juga mencatat bahwa kenaikan harga emas menuju US$ 4.600 per ons troi belakangan ini didorong oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September. Perubahan ekspektasi ini terjadi setelah The Fed mempertahankan suku bunga dalam pertemuan kebijakan Juli, sementara data ketenagakerjaan dan inflasi AS menunjukkan pelemahan.
Kondisi tersebut kembali mendorong posisi spekulatif di pasar emas COMEX serta meningkatkan permintaan terhadap exchange-traded fund (ETF) emas.
Goldman Sachs memperingatkan, apabila ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali menguat, dealer dapat melakukan unwinding posisi lindung nilai. Kondisi ini berpotensi memicu koreksi harga emas yang lebih tajam dari biasanya.
Target Goldman Sachs Sempat US$ 5.400
Optimisme terbaru Goldman Sachs perlu dilihat dalam konteks perubahan proyeksi sepanjang 2026. Pada awal tahun, Goldman Sachs sempat menaikkan proyeksi harga emas akhir 2026 menjadi US$ 5.400 per ons troi, dari sebelumnya US$ 4.900. Kenaikan ini didorong ekspektasi diversifikasi cadangan oleh bank sentral dan investor sektor swasta.
Namun, pada Juni 2026, Goldman Sachs memangkas kembali target akhir tahun menjadi US$ 4.900 per ons troi dari US$ 5.400. Revisi ini dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed serta potensi arus keluar dari ETF emas.
Kini, Goldman Sachs melihat peluang harga emas melampaui target US$ 4.900, bukan melalui revisi resmi target, melainkan karena dinamika pasar opsi yang berpotensi memperbesar momentum kenaikan.
Pandangan ini muncul ketika harga emas sedang mencatat momentum kuat. Harga emas ditutup pada Jumat (21/8/2026) melonjak 1,88% menjadi US$ 4.604,09 per ons troi, setelah sempat menyentuh US$ 4.631,99 per ons troi, level tertinggi sejak 15 Mei.
Dengan kenaikan tersebut, emas berada di jalur untuk mencatat penguatan mingguan ketiga berturut-turut, dengan kenaikan lebih dari 5% sepanjang pekan. Harga emas juga telah menembus moving average 200 hari di sekitar US$ 4.513 per ons troi, yang oleh analis teknikal dipandang sebagai sinyal bullish.
Ikuti DailyFX.ID
