— Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, membantah keras tudingan adanya aliran dana sebesar Rp 480 miliar yang dialamatkan ke Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Gus Ipul menyatakan bahwa tudingan yang disampaikan oleh Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur tersebut merupakan fitnah belaka dan sangat menyesatkan.

“Itu kan fitnah. Ya, itu yang harus dibuktikan. Itu bahaya sekali itu kalau kemudian enggak terbukti. Menurut saya itu menyesatkan sekali,” ujar Gus Ipul, yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (23/9/2026).

Gus Ipul menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan aliran dana, yang disebut sebagai risywah atau suap, serta adanya intervensi dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU adalah narasi yang tidak memiliki dasar sama sekali.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengungkapkan bahwa PBNU sedang mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum terhadap beberapa pihak yang dinilai telah menyebarkan tudingan dan membangun opini publik tanpa disertai bukti terkait pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Langkah awal yang telah disiapkan adalah mengirimkan somasi kepada minimal tiga orang.

Pihak-pihak tersebut akan diminta untuk memberikan klarifikasi sekaligus membuktikan pernyataan yang telah mereka sampaikan kepada publik. Meskipun demikian, Gus Ipul belum merinci identitas ketiga orang yang akan menerima somasi, termasuk apakah Gus Lilur termasuk di dalamnya.

“Kami akan lakukan somasi kepada beberapa pihak. Setidak-tidaknya ada tiga orang yang akan kita somasi. Jika tidak ada jawaban, nanti akan kami akan teruskan melalui proses hukum,” tuturnya.

Gus Ipul menjelaskan bahwa langkah hukum ini ditempuh sebagai bagian dari upaya tabayun dan klarifikasi. Tujuannya adalah agar berbagai informasi mengenai Muktamar ke-35 NU tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia kembali menegaskan bahwa Muktamar ke-35 NU telah terlaksana secara terbuka dan demokratis. Proses tersebut, menurut Gus Ipul, telah berhasil menghasilkan kepemimpinan baru NU yang sah dan sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku.

“Muktamar berjalan dengan baik, demokratis, ya, terbuka, yang menang bermartabat, yang kalah terhormat, ya, sudah bagus sekali, dan untuk itu jangan dikotori dengan pendapat-pendapat yang justru bernuansa fitnah,” tegas Gus Ipul.

Sebelumnya, Gus Lilur mengklaim adanya aliran dana senilai Rp 480 miliar yang masuk ke Muktamar ke-35 NU. Acara tersebut diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada akhir Agustus 2026. Klaim ini disampaikan Gus Lilur dalam sebuah wawancara yang kemudian beredar luas di publik. Ia menyebutkan uang tersebut dibawa dari Jakarta menuju Jombang menggunakan dua unit Toyota Land Cruiser dan diduga bersumber dari sejumlah oknum institusi.