DailyFX.ID — Harga komoditas batu bara mayoritas mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Penurunan ini dipicu oleh tren impor batu bara termal dari China yang tercatat menurun, baik secara bulanan maupun tahunan.
Berdasarkan data perdagangan, harga batu bara Newcastle untuk kontrak Agustus 2026 tercatat turun US$ 0,4 menjadi US$ 131,25 per ton. Sementara itu, kontrak September 2026 sedikit menguat US$ 0,3 ke level US$ 138,7 per ton, dan kontrak Oktober 2026 melemah US$ 0,4 ke posisi US$ 139 per ton.
Di pasar Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak Agustus 2026 juga melemah US$ 0,6 menjadi US$ 124,2 per ton. Kontrak September 2026 terpangkas US$ 0,25 ke level US$ 127 per ton, dan kontrak Oktober 2026 turun US$ 0,45 menjadi US$ 126,8 per ton.
Menurut data dari BigMint, impor batu bara termal China pada Juli 2026 memang menunjukkan peningkatan secara tahunan. Namun, angka tersebut justru turun dibandingkan bulan sebelumnya. Situasi ini mengindikasikan bahwa permintaan batu bara termal masih menghadapi tekanan, meskipun harga batu bara seaborne relatif kuat.
Pada Juli 2026, China mengimpor sebanyak 29,11 juta metrik ton (mnt) batu bara termal. Angka ini naik 12,03% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, namun turun 4,85% secara bulanan. Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Juli 2026, impor batu bara termal China mencapai 188 juta ton, yang berarti turun 3,73% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perlu dicatat, tren penurunan ini berbeda dengan total impor seluruh jenis batu bara China. Pada Juli 2026, total impor batu bara China mencapai 43,73 juta ton. Angka ini mengalami kenaikan dari 42,78 juta ton pada Juni dan melonjak 23% secara tahunan.
Perbedaan ini mengindikasikan bahwa kenaikan total impor batu bara China tidak sepenuhnya didorong oleh batu bara termal, melainkan oleh peningkatan impor dari kategori batu bara lainnya. Selain itu, ekspansi energi terbarukan di China juga mulai memengaruhi pola permintaan batu bara. Meskipun demikian, batu bara tetap memegang peran strategis dalam sistem energi negara tersebut.
Ikuti DailyFX.ID
